kabar

Yordania larang peziarah dari Iran

Iran menawarkan pasokan minyak selama 30 tahun agar peziarahnya boleh berkunjung ke Yordania.

09 Juni 2015 06:46

Dengan alasan ketegangan Sunni-Syiah tengah meningkat di Timur Tengah, pemerintah Yordania telah menolak permintaan dari Iran untuk mengizinkan para peziarah mereka berkunjung ke negara itu, seperti dilaporkan surat kabar the Jordan Times Ahad lalu.

Menteri Urusan Islam dan Wakaf Yordania Hayil Dawud bilang para pejabat Iran lima kali meminta tahun lalu untuk membolehkan peziarah Syiah mengunjungi tempat-tempat suci di selatan Kerajaan Bani Hasyim ini.

Yordania berpenduduk mayoritas Sunni, sekitar 95 persen, sedangkan Iran adalah negara Syiah terbesar di dunia. Diperkirakan 90-95 persen penduduk negeri Mullah ini berpaham Syiah.

Iran telah menyatakan kemauan mereka untuk meningkatkan hubungan dagang dengan Yordania. Negeri Persia ini bahkan telah menawarkan pasokan minyak selama 30 tahun supaya Yordania membolehkan peziarah Iran datang. "Jawaban kami adalah kami menyambut baik hubungan lebih erat tapi isu turisme agama tidak mungkin lantaran ketegangan sektarian tengah berlangsung di kawasan saat ini," kata Dawud.

Wilayah Mazar di selatan Yordania memiliki tempat suci karena di sana ada tiga kuburan syuhada Perang Muktah, yakni Jafar bin Abi Thalib, Zaid bin Harisah, dan Abdullah bin Rawahah. Tahun lalu sekitar 30 ribu orang dari berbagai negara berziarah ke sana.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

Pengemudi perempuan. (Ilustrasi/daftynews.com)

Berkerudung asal-asalan di Iran, mobil bakal disita

"Sangat disesalkan, beberapa jalan di ibu kota telah berubah menjadi salon mode."

Coretan di atas potret Ratu Inggris Elizabeth II dalam komplkes Kedutaan Inggris di Ibu Kota Teheran, Iran. Coretan dalam bahasa Parsi ini berbunyi "mampus Inggris." (Channel 2)

Coretan di atas potret ratu

Zarif bilang belum saatnya Amerika mengikuti jejak Inggris membuka kembali kedutaan mereka di Teheran.

Hujan deras di Arab Saudi (SPA)

72 derajat di Iran tapi hujan di Saudi

Gara-gara temperatur kelewat panas, pemerintah Irak mengumumkan libur nasional empat hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

18 Juni 2018

TERSOHOR