kabar

Iran gelontorkan Rp 79,9 triliun setahun buat bantu rezim Assad

Sebagian ahli memperkirakan angkanya lebih tinggi dari itu, yakni belasan miliar dolar.

11 Juni 2015 09:23

Pemerintah Iran dikabarkan menggelontorkan fulus US$ 6 miliar atau setara Rp 79,9 triliun setahun buat membantu rezim Presiden Basyar al-Assad di Suriah.

"Utusan khusus (Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah) memperkirakan Iran menghabiskan US$ 6 miliar per tahun untuk menyokong rezim Assad. Jadi US$ 6 miliar bukan US$ 35 miliar," kata Jessy Chahine, juru bicara utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, Senin lalu seperti dilansir Bloomberg.

Klaim Chahine ini menanggapi laporan Christian Science Monitor bulan lalu menulis Iran mengeluarkan tiga kali lipat dari anggaran militernya untuk membantu Assad.

Anggaran militer resmi Iran diperkirakan US$ 35 miliar (Rp 465,5 triliun) saban tahun.

Para ahli, termasuk Nadim Shehadi, Direktur the Fares Center for Eastern Mediterranean Studies di Tufts University, mengatakan bantuan itu jumlahnya lebih besar dibanding US$ 6 miliar. Dia bilang hasil penelitiannya menunjukkan di 2012 dan 2013 Iran memberikan bantuan ekonomi dan militer US$ 14 miliar serta US$ 15 miliar kepada Assad.

Namun Shehadi mengakui angka itu cuma perkiraan lantaran Teheran tidak pernah melansir data resmi soal anggaran buat Korps Garda Revolusi dan bantuan bagi para sekutunya.

Iran merupakan sekutu utama Suriah. Selain itu, negara Persia ini memiliki pengaruh kuat di Libanon dan Irak.

Sebanyak 300 anggota ISIS ikut memberontak dalam Penjara As-Sinaa di Al-Ghuwairan, Provinsi Hasakah, Suriah, pada 24 Januari 2022 menyerah kepada pasukan Syrian Democratic Forces. (SDF Press Center)

300 anggota ISIS di penjara Hasakah menyerah kepada SDF

ISIS juga menguasai blok dihuni sekitar 700 anak anggota ISIS dalam penjara itu.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

Pengemudi perempuan. (Ilustrasi/daftynews.com)

Berkerudung asal-asalan di Iran, mobil bakal disita

"Sangat disesalkan, beberapa jalan di ibu kota telah berubah menjadi salon mode."

Coretan di atas potret Ratu Inggris Elizabeth II dalam komplkes Kedutaan Inggris di Ibu Kota Teheran, Iran. Coretan dalam bahasa Parsi ini berbunyi "mampus Inggris." (Channel 2)

Coretan di atas potret ratu

Zarif bilang belum saatnya Amerika mengikuti jejak Inggris membuka kembali kedutaan mereka di Teheran.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Hizbullah kehilangan suara mayoritas di parlemen

Perolehan kursi Kubu Independen melonjak sepuluh menjadi 16. Blok Masyarakat Sipil atau Oposisi juga sama: meningkat sebelas kursi menjadi 12.

18 Mei 2022

TERSOHOR