kabar

Mursi divonis mati

Dia dianggap bersalah dalam kasus pelarian massal dari penjara pada 2011.

16 Juni 2015 15:00

Pengadilan Mesir hari ini menjatuhkan vonis mati atas mantan Presiden Muhammad Mursi. Dia dianggap bersalah dalam kasus pelarian massal dari penjara pada 2011.

Dalam sidang untuk kasus serupa, pengadilan secara keseluruhan menghukum mati 17 terdakwa, termasuk pemimpin tertinggi Al-Ikhwan al-Muslimun Muhammad Badii, dan para pentolan kelompok terlarang itu. Sebanyak 13 terdakwa in absentia juga menerima vonis serupa.

Mursi juga dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas kasus bersekongkol dengan kekuatan asing. Pemimpin Al-Ikhwan - Badii, Muhammad al-Katatni, dan Isam al-Irian - juga menerima vonis sama.

Pengadilan memang berupaya menghukum mati Mursi sejak bulan lalu. Karena itu, seperti disyaratkan undang-undang, mereka meminta pendapat dari Mufti Agung Mesir Syauqi Alam.

Ini adalah putusan final atas dua kasus melibatkan Mursi. Dia sudah menerima vonis mati atas dua kasus lainnya, yakni kabur dari penjara dan menyerang polisi, serta menjadi mata-mata, juga di 2011.

Mursi, 64 tahun, mendekam dalam penjara saat unjuk rasa besar-besaran anti-Husni Mubarak meletup pada 25 Januari 2011. Dia bersama para pemimpin Al-Ikhwan ditangkap beberapa hari sebelumnya.

Setelah era Mubarak, Al-Ikhwan menjadi pemenang pemilihan umum dan Mursi terpilih sebagai presiden sipil pertama secara demokratis. Namun usia pemerintahannya cuma setahun setelah diambil alih oleh militer dikomandoi Jenderal Abdil Fatah as-Sisi.

Setelah rezim militer berkuasa di Mesir dan Sisi terpilih sebagai presiden tahun lalu, pemerintah menetapkan Al-Ikhwan sebagai organisasi teroris dan terlarang di negeri Piramida itu.

Masjid Muhammad Ali di Mesir. (Kementerian Pariwisata dan Pubakala Mesir)

Mesir larang buku Al-Ikhwan di perpustakaan semua masjid

Setelah menumbangkan Presiden Muhammad Mursi pada 2013, Presiden Abdil Fattah as-Sisi menetapkan Al-Ikhwan sebagai organisasi teroris. 

Mufti Agung Mesir Syekh Syauqi Ibrahim Abdul Karim Allam. (Dar al-Ifta)

Mufti agung Mesir kembali bilang bergabung dengan Al-Ikhwan al-Muslimun haram

Dewan Ulama Senior Arab Saudi Pada November tahun lalu juga menyatakan Al-Ikhwan sebagai kelompok teroris.

Salat Jumat di sebuah masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi pecat lebih dari seratus imam dan penceramah karena tolak kecam Al-Ikhwan dalam khotbah Jumat

Dewan Fatwa Al-Azhar di Kairo pekan lalu menetapkan Al-Ikhwan al-Muslimun merupakan organisasi teroris. Siapa saja diharamkan untuk bergabung ke kelompok ini.

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh. (Arab News)

Saudi pecat imam masjid dan dai tidak bacakan keputusan soal Al-Ikhwan organisasi teroris

Saudi akan buru imam dan dai bersimpati pada kelompok Al-Ikhwan.





comments powered by Disqus