kabar

Video penjahit Makkah ukur tubuh gadis picu kemarahan

Menurut hukum berlaku di Saudi, penjahit lelaki dilarang mengukur tubuh perempuan.

17 Juni 2015 15:31

Sebuah rekaman video diunggah di YouTube berisi seorang penjahit tengah mengukur tubuh seorang gadis dengan meteran membikin heboh Arab Saudi. Banyak pengguna media sosial di negara Kabah ini marah.

Penjahit itu adalah lelaki asal Asia. Dia dengan tenang dan bebas mengukur bagian-bagian tubuh sang gadis. Namun gadis itu tidak merasa sungkan. Ibunya pun menyaksikan kejadian ini juga tidak memprotes.

Peristiwa memicu kemarahan ini terjadi di sebuah toko jahit di Jalan Raja Fahad, Kota Makkah, namun tidak disebutkan kapan berlangsungnya. Para pengguna media sosial mendesak polisi menangkap penjahit dinilai telah bertindak kurang ajar itu.

Berdasarkan hukum berlaku di Saudi, penjahit lelaki dilarang mengukur tubuh perempuan bukan muhrim.

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Imam Masjid Al-Haram Syekh Faisal bin Jamil al-Ghazawi. (Twitter)

Satu lagi imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah dan satu lagi ditahan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi larang imam Masjid Al-Haram berdakwah

Arab Saudi bulan lalu menangkap Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, juga salah satu imam Masjid Al-Haram.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.





comments powered by Disqus