kabar

Hina teman lewat WhatsApp, lelaki UEA didenda Rp 907 juta

Mengirim gambar jari tengah lewat telepon cerdas atau surat elektronik bisa dipenjara maksimal tiga thaun atau denda paling tinggi Rp 1,8 miliar.

18 Juni 2015 11:02

Mahkamah Agung Uni Emirat Arab (UEA) Selasa lalu memperberat hukuman bagi seorang lelaki diputus bersalah menghina temannya. Dia dikenai denda terberat US$ 68 ribu atau setara Rp 907 juta setelah di pengadilan negeri dan tinggi cuma dikenai US$ 800 (Rp 10,7 juta).

Hakim menyatakan denda US$ 800 terlalu lunak bagi penghina orang lain, seperti dilansir Emirates 24/7 News. Terdakwa tidak disebut identitasnya itu terbukti melanggar Undang-undang Kejahatan Dunia Maya.

Menurut Hasan al-Hais dari firma hukum Ar-Rowaad, denda itu akan dibayarkan kepada pemerintah, sedangkan korban masih berhak meminta kompensasi kepada pelaku. Bila pelakunya warga asing, dia bisa dideportasi.

Dia menambahkan sanksi berat diperlukan agar orang tidak sembarangan menghina orang lain. "Beberapa orang memakai Internet untuk merusak reputasi orang lain...jadi harus ada semacam kontrol atas masalah ini," katanya kepada Al-Arabiya News.

Dia menegaskan beleid ini bukan untuk menghalangi kebebasan berekspresi. "Tidak seorang pun boleh menyalahgunakan kebebasannya untuk menyakiti orang lain," ujarnya.

Pengacara Abdullah Yusuf an-Nasir bulan lalu memperingatkan bahaya mengirim gambar jari tengah lewat telepon cerdas atau bahkan melalui surat elektronik. "Itu sebuah penghinaan di UEA dan undang-undang bisa menghukum Anda dengan penjara hingga tiga tahun atau denda sampai US$ 137 ribu (Rp 1,8 miliar)," tuturnya kepada 7Days.

Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi menghadiahkan Kalashnikov dan peluru emas kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan saat berkunjung ke Islamabad pada 15 Januari 2019. (Twitter)

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Milisi Asy-Syabab menyerbu Hotel Dusit di Ibu Kota Nairobi, Kenya. (Nairobi News)

Asy-Syabab serbu hotel mewah di Nairobi

Penyerang berjumlah empat orang.

Perempuan Arab Saudi mengendarai sepeda motor. (Arab News/Supplied)

1.600 warga Arab Saudi jalani operasi ganti kelamin

Kebanyakan adalah perempuan ingin menjadi lelaki.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR