kabar

Presiden Joko Widodo akan resmikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Joserizal menambahkan Presiden Joko Widodo bahkan sampai tiga kali menyatakan kesediaannya.

19 Juni 2015 23:03

Presiden Joko Widodo telah menyanggupi permintaan MER-C (Komite Penyelamatan Darurat Medis) untuk meresmikan secara langsung Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.

"Bapak Presiden sudah menyatakan kesanggupannya datang ke Gaza untuk meresmikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza," kata Ketua Presidium MER-C Joserizal Jurnalis dalam jumpa pers di kantor MER-C sore hari ini. Kesanggupan itu dia berikan saat bertemu para pengurus MER-C di istana kepresidenan Rabu lalu.

Joserizal menambahkan Presiden Joko Widodo bahkan sampai tiga kali menyatakan kesediaannya. Dia bahkan langsung meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, dan Ketua Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki - ikut mendampingi dalam audiensi dengan MER-C - menyusun lawatan ke Gaza.

Dia mengungkapkan Presiden Joko Widodo sempat bertanya kapan waktu peresmiannya. Joserizal menjawab, "Tergantung presiden. Saya bilang lebih baik sebelum lebaran."

Meski begitu, Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah mulai beroperasi sejak Senin lalu setelah diresmikan sementara.

Rumah Sakit Indonesia ini berlokasi di Kota Bait Lahiya, utara Jalur Gaza. Selain Bait Lahiya, ada dua kota lagi di wilayah utara Gaza selalu menjadi daerah terparah saban kali terjadi konflik bersenjata dengan Israel, yakni Bait Hanun dan Jabaliya. Sebab ketiga kota ini dekat dengan perbatasan Israel. "Dalam keadaan perang bisa menjadi rumah sakit traumatik sehingga bisa menolong korban dalam waktu cepat," ujar Joserizal.

Rumah Sakit Indonesia dibangun dengan dana Rp 40 miliar dan tambahan Rp 65 miliar untuk pengadaan alat-alat kesehatan. "Semua anggaran sumbangan masyarakat Indonesia, tanpa campur tangan pemerintah atau negara lain," tutur Joserizal. "Rata-rata peralatan kesehatan buatan Eropa, hanya tempat tidur buatan Cina."

Rumah sakit itu menempati lahan seluas 16.261 meter persegi, merupakan wakaf pemerintah Palestina, dan luas bangunan sekitar sepuluh ribu meter persegi. Rumah sakit ini terdiri dari dua lantai dan ruang bawah tanah. Rumah Sakit Indonesia memiliki satu ruang UGD (Unit Gawat Darurat) berkapasitas 8-10 pasien, empat kamar operasi, satu ruang ICU (Unit Perawatan Intensif) berkapasitas sepuluh pasien, satu laboratorium, satu ruang radiologi, dan sepuluh ruang perawatan berkapasitas 100-150 pasien.

Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi adili ulama tersohor secara rahasia

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.

Ulama Arab Saudi Syekh Sulaiman ad-Dawisy. (Twitter/@Prisoners of Conscie)

Ulama Arab Saudi meninggal dalam penjara karena disiksa

Syekh Sulaiman adalah orang ketiga tewas dalam penjara setelah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani (Maret 2018) dan seniman Muhammad Bani ar-Rumaili al-Anzi (Juli 2018).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kesehatan Raja Salman memburuk

Memburuknya kesehatan Raja Salman ini terjadi menjelang pertemuan keluarga besar Bani Saud bakal digelar di Makkah saat hari raya Idul Adha. Raja Salman ingin mendamaikan Pangeran Muhammad bin Salman dengan para pangeran senior dan berpengaruh.





comments powered by Disqus