kabar

Saudi habiskan Rp 47,7 miliar untuk bikin pintu baru Kabah

Terbuat dari alumunium setebal 2,5 sentimeter dan berlapis emas.

23 Juni 2015 15:37

Arab Saudi akan menghabiskan US$ 3,6 juta atau sekitar Rp 47,7 miliar untuk membikin pintu baru Kabah, kiblat umat Islam terletak dalam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, seperti dilansir surat kabar Makkah Daily.

Pintu terbuat dari alumunium setebal 2,5 sentimeter dan setinggi tiga meter itu bakal dilapisi emas. Pintu ini akan memiliki ornamen kaligrafi 15 dari 99 nama Allah (asmaul husna) dan ayat-ayat Al-Quran.

Pintu Kabah pertama kali direnovasi pada 1944 semasa pemerintahan Raja Abdul Aziz, pendiri Kerajaan Arab Saudi modern. Renovasi kedua dilakoni saat Raja Khalid dan Raja Fahad berkuasa.

Pada 1977 Raja Khalid menemukan ada goresan di bagian bawah pintu Kabah. Dia langsung memerintahkan membuat pintu baru buat Kabah.

Putera Mahkota Arab Saudi bin Salman saat berada di atap Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Anak Raja Salman dikecam karena naik ke atap Kabah

Ratusan aparat keamanan mengelilingi Kabah dan hanya menyisakan dua jalur bagi jamaah buat bertawaf.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berharap berkah kangkangi Kabah

"Sungguh tidak pantas bangunan-bangunan tinggi berada di dekat Kabah," kata Dr. Irfan al-Alawi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Trump akui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel

"Kemungkinan perjanjian damai di masa depan harus mempertimbangkan kebutuhan Israel untuk melindungi negaranya dari Suriah dan ancaman lain di kawasan," kata Trump dalam surat keputusannya.

26 Maret 2019

TERSOHOR