kabar

ISIS bertanggung jawab atas bom bunuh diri hantam masjid Syiah di Kuwait

Pelaku bernama Abu Sulaiman al-Muwahid, berusia sekitar 20-an tahun.

26 Juni 2015 21:07

Sebulan setelah dua bom bunuh diri menghantam dua masjid Syiah di Arab Saudi, kejadian serupa hari ini menyasar sebuah masjid Syiah di Kuwait City, ibu kota Kuwait. Insiden itu menewaskan sedikitnya 24 orang.

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri ini. Lewat pernyataan tertulis disebar di media-media sosial, milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu mengungkapkan pelaku bernama Abu Sulaiman al-Muwahid. Mereka menyebut masjid itu sebagai kuil orang-orang ingkar.

Ledakan bom itu menghantam Masjid Imam Sadiq di Distrik As-Sawabir. Para saksi mengungkapkan pelaku masuk ke dalam masjid dipadati lebih dari dua ribu jamaah sedang melaksanakan salat Jumat.

Anggota parlemen Kuwait Khalil as-Salih, juga salat di sana, menjelaskan ledakan terjadi ketika para jamaah tengah bersujud. Kerasnya ledakan menghancurkan tembok dan plafon masjid. "Dia kelihatan masih muda...sekitar 20-an tahun. Saya melihat sendiri pelaku," katanya saat dihubungi kantor berita Reuters melalui telepon.

Ini merupakan serangan bom bunuh diri pertama terhadap masjid Syiah di Kuwait. Komunitas Syiah berjumlah sepertiga dari sekitar 1,3 juta rakyat negara itu.

Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah mengunjungi lokasi ledakan, sedangkan Perdana Menteri Syekh Jabir al-Mubarak as-Sabah menjenguk korban luka di rumah sakit. "Insiden ini menyasar persatuan nasional kami," ujar Syekh Jabir. "Tapi ini terlalu sulit bagi mereka dan kami jauh lebih kuat ketimbang itu."

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.





comments powered by Disqus