kabar

Untuk pertama kali ISIS penggal perempuan

Korbannya dua perempuan di Provinsi Dair az-Zour, Suriah. Keduanya dituduh melakukan sihir.

30 Juni 2015 22:35

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk pertama kali memenggal kaum hawa. Korbannya adalah dua perempuan dengan tuduhan melakukan sihir.

"ISIS sudah mengeksekusi dua wanita dengan cara dipancung di Provinsi Dair az-Zour (Suriah)," kata Rami Abdurrahman, kepala lembaga pemantau the Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir kantor berita AFP. "Ini pertama kali perempuan dibunuh dengan cara seperti itu."

Perempuan pertama dipenggal bersama suaminya di Kota Dair az-Zour. Eksekusi kedua, juga bareng suaminya, berlangsung di Kota Al-Mayadin, sebelah tenggara Suriah.

Milisi brutal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini sudah biasa memancung lelaki setempat atau asing, termasuk kombatan, relawan kemanusiaan, wartawan, dan orang-orang dianggap melanggar syariat Islam versi mereka.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Trump umumkan kemenangan atas ISIS

Amerika segera menarik pasukannya dari Suriah.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.





comments powered by Disqus