kabar

Warga UEA paling kenyang tidur selama Ramadan

Orang Arab Saudi bangun paling siang.

01 Juli 2015 06:08

Bulan puasa telah mengubah kebiasaan tidur kaum muslim. Menurut hasil survei aplikasi telepon seluler Sleep Cycle di enam negara Arab Teluk (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman), warga Uni Emirat Arab (UEA) paling kenyang tidur tapi mereka juga paling duluan bangun.

Jajak pendapat ini dilangsungkan pada 10-24 Juni 2015. Penelitian ini melibatkan 2.058 lelaki dan perempuan dewasa.

Berdasarkan survei itu, warga UEA dalam sehari bisa tidur rata-rata 6 jam 28 menit. Peringkat kedua ditempati orang Qatar (6 jam 11 menit) disusul Kuwait (6 jam 6 menit), Bahrain (6 jam 3 menit), Arab Saudi (5 jam 56 menit), dan Oman (5 jam 45 menit).

Meski paling banyak tidur, warga UEA paling cepat bangun. Mereka biasanya terjaga pada pukul 7:57 pagi. Di posisi kedua orang Qatar, mereka bangun jam 8:09 kemudian Oman (8:19), Bahrain (8:28), Kuwait (9:50), dan Arab Saudi (10:17).

Barangkali pantas saja warga Saudi bangun kesiangan karena mereka juga baru tidur dini hari jam 12:44. Kemudian UEA (12:31), Oman (12:26), Kuwait (12:19), Qatar (12:01), dan Bahrain (11:42).

Walau orang Oman paling sedikit tidur selama bulan puasa, mereka paling tidak stres. Sebaliknya warga Qatar paling tertekan selama Ramadan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan surat keputusan soal pengakuan Amerika terhadap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel di Gedung Putih, 25 Maret 2019. (Twitter/@netanyahu)

Trump akui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel

"Kemungkinan perjanjian damai di masa depan harus mempertimbangkan kebutuhan Israel untuk melindungi negaranya dari Suriah dan ancaman lain di kawasan," kata Trump dalam surat keputusannya.

Peta Dataran Tinggi Golan. (BBC)

Trump besok akui Golan wilayah kedaulatan Israel

Israel mencaplok Golan dari Suriah setelah memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.

Presenter televisi di Uni Emirat Arab mencium dan meletakkan sandal milik Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid di atas kepalanya. (Screenshot)

Presenter televisi UEA cium sandal putera mahkota Abu Dhabi

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Putera mahkota Abu Dhabi usulkan bunuh para pemimpin Taliban

Prince kemudian menetap di Abu Dhabi dan dibayar oleh Bin Zayid untuk membentuk pasukan bayaran di UEA, buat menghadapi perlawanan aktivis pro demokrasi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Trump akui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel

"Kemungkinan perjanjian damai di masa depan harus mempertimbangkan kebutuhan Israel untuk melindungi negaranya dari Suriah dan ancaman lain di kawasan," kata Trump dalam surat keputusannya.

26 Maret 2019

TERSOHOR