kabar

Misi gagal SEAL di Barawe

Pasukan SEAL tidak berhasil membunuh komandan senior milisi Asy-Syabab Abdul Kadir Muhammad Abdul Kadir.

02 Juli 2015 23:28

Fadumo Syekh biasa bangun saban subuh. Sehabis salat dia menyiapkan sarapan buat anak-anaknya sebelum berangkat ke madrasah. Namun Sabtu di awal Oktober 2013, dia terjaga lebih cepat, sekitar pukul dua dini hari. Tidurnya terganggu oleh suara rentetan tembakan.

Ibu muda ini mengintip dari celah dinding rumahnya di Barawe, kota nelayan berpenduduk sekitar 200 ribu jiwa. Barawe, dikuasai milisi Asy-Syabab sejak 2008, terletak kurang lebih 218 kilometer dari Ibu Kota Mogadishu, Somalia. Pasukan pemerintah disokong tentara Uni Afrika sudah menguasai Shalanbood, berjarak 110 kilometer dari Barawe.

Serangan itu dilancarkan oleh Tim Enam SEAL, pasukan elite Angkatan Laut Amerika Serikat. Grup ini berhasil membunuh pendiri sekaligus pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, di lokasi persembunyiannya di Kota Abbottabad, Pakistan, awal Mei 2011.

Sasaran mereka adalah sebuah rumah dua lantai di tepi pantai. Misi mereka menangkap dan bukan membunuh Abdul Kadir Muhammad Abdul Kadir. Warga negara Kenya berdarah Somalia ini merupakan komandan senior Asy-Syabab. Dia diyakini bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror.

Rumah berjarak 200 meter dari pantai ini biasa menjadi tempat menginap militan asing. Bagi Fadumo, keberadaan Asy-Syabab di kotanya bukan berita baru. "Ada begitu banyak pejuang Asy-Syabab keluar masuk dari komplek rumah itu," kata Fadumo. "Tapi saya tidak berpikir ada orang begitu penting tinggal di dalam sana."

Serbuan itu dilancarkan oleh 20 anggota SEAL datang menumpang sebuah perahu cepat. Tiga kapal kecil menunggu di tengah Samudera India sebagai bantuan kalau ada kejadian darurat.

Mereka lantas memasuki markas Asy-Syabab. Seorang anggota kelompok itu kelihatannya tidak mengetahui kedatangan pasukan SEAL. Dia asyik merokok buat mengusir hawa dingin. Setelah masuk ke dalam rumah, dia keluar lagi dan mengumbar tembakan dari senapan serbu AK-47. Suara tembakan dan ledakan granat bersahutan.

SEAL terbagi dalam dua kelompok masing-masing enam personel, terus merangsek. Mereka menyisir tiap ruangan dalam rumah berlantai dua itu. Tapi target diburu tidak ditemukan. "Para pejuang Asy-Syabab makin banyak mengepung dan situasi tidak menguntungkan buat SEAL hingga akhirnya mereka mundur," ujar seorang warga setempat menolak disebutkan identitasnya.

"Sekitar jam tiga dini hari terdengar suara azan dan suara baku tembak berhenti," ujar Fadumo. Paginya dia bersama warga Barawe pergi melihat ke lokasi serangan. "Saya melihat satu pria terbunuh dan diangkut ke atas mobil untuk dikubur." Tapi yang tewas bukan Abdul Kadir Muhammad Abdul Kadir.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tradisi bunuh diri depan Kabah

Bila saban tahun ada saja orang bunuh diri atau berusaha untuk melakoni itu, kian rusaklah citra kota kelahiran nabi itu.

Duta Besar Indonesia buat Libanon Achmad Chozin Chumaidy menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa Indonesia menjadi imam tetap di negara itu dalam acara halal bihalal di lobi KBRI Veirut, 15 Juni 2018. (KBRI Beirut buat Albalad.co)

Empat mahasiswa Indonesia jadi imam tetap di Libanon dapat penghargaan

"Kalau orang Arab imam di Indonesia itu biasa, tapi jika orang Indonesia jadi imam di Arab itu luar biasa," kata Chozin Chumaidy.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

18 Juni 2018

TERSOHOR