kabar

Mulai hari ini seluruh masjid di Saudi laksanakan salat Qiyamul Lail

Berjumlah enam rakaat dengan tiga kali salam dan ditutup witir tiga rakaat.

07 Juli 2015 05:59

Menandai masuknya sepuluh hari terakhir Ramadan, seluruh masjid di Arab Saudi mulai hari ini menggelar salat Qiyamul Lail, dimulai pukul satu dini hari.

"Salat khusus ini dilaksanakan selama sepuluh hari terakhir Ramadan mulai jam satu dini hari," kata Muhammad Ubaidillah, imam Masjid Syibani, Distrik Nasiriyah, Ibu Kota Riyadh.

Dia menjelaskan salat Qiyamul Lail itu terdiri dari enam rakaat dengan tiga kali salam dan ditutup witir tiga rakaat.

Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu paling diistimewakan. Nabi Muhammad mengajarkan kepada umatnya untuk kian memperbanyak ibadah dan beritikaf di masjid. Karena di sepuluh malam terakhir inilah turunnya Lailatu Qadr, nilainya lebih baik ketimbang seribu bulan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.





comments powered by Disqus