kabar

Selama Ramadan 5.300 ton sehari makanan terbuang di Jeddah

Selama bulan puasa ini makanan terbuang di seluruh Arab Saudi saban hari senilai Rp 1,4 miliar.

08 Juli 2015 15:33

Ramadan memang identik dengan berlebihan termasuk dalam urusan makan dan minum. Ribuan ton makanan terbuang saban hari selama bulan puasa tahun ini di Arab Saudi.

Juru bicara Pemerintah Kota Jeddah Muhammad Ubaid al-Buqmi mengakui sepanjang tahun ini empat ribu ton makanan terbuang per hari. Namun selama Ramadan jumlahnya membengkak menjadi 5.300 ton.

Hasil penelitian dilakukan Departemen Ilmu Pertanian Universitas Raja Saud menunjukkan diperkirakan 4.500 ton makanan saban hari terbuang di seluruh negara Kabah itu. Khusus Ramadan, sekitar 30 persen dari seluruh makanan bernilai SR 1,2 juta atau kini setara Rp 4,3 miliar terbuang.

Melihat fenomena menyedihkan ini, sekumpulan anak muda Saudi tergabung dalam organisasi bernama Pengumpul Makanan Sisa berkampanye untuk mengumpulkan sisa-sisa makanan dari rumah ke rumah atau tempat pesta perkawinan, ulang tahun, dan buka puasa bareng.

Mereka memiliki slogan, "Apakah Anda tahu banyak keluarga miskin butuh makanan terpaksa tidur dalam keadaan sedih dan lapar. Sementara yang lain membuang sisa makanan di resepsi pernikahan atau tempat pesta lainnya ke tempat sampah."

Khodran H. az-Zahrani dari Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Raja Saud mengakui makin lama kian banyak makanan terbuang. "Adalah hal lazim di negara ini menyaksikan roti isi, ayam, daging, nasi, roti, atau makanan lain sudah setengah dimakan dibuang ke bak sampah," katanya.

Menurut FAO (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Makanan dan Pertanian), saban tahun ada 1,3 triliun ton makanan terbuang di seluruh dunia. Angka ini hampir 30 persen dari total produksi pangan global dan bisa mengenyangkan 800 juta orang miskin.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus