kabar

Kehidupan glamor politisi Israel

Ehud Barak doyan menggelar pesta mewah.

09 Juli 2015 10:38

Pantas saja mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dituding terlibat korupsi. Rupanya kehidupan mewah serba hedonis sudah menjalar di kalangan politisi negara Yahudi itu.

Olmert dikenal paling suka pelesiran ke luar negeri. Ketika menjabat menteri industri, perdagangan, dan tenaga kerja, Juni 2005 dia melawat tiga hari ke New York, Amerika Serikat. Di sana dia menginap di sebuah kamar supermewah di Hotel St. Regis dalam kamar bertarif US$ 1.400 semalam.

Dua bulan sebelumnya, bersama istrinya dia menghadiri undangan makan malam di New York. Di sana keduanya menginap di sebuah kamar luks seharga US$ 2.600 per malam di Hotel Peninsula.

Mantan Menteri Pertahanan Ehud Bara sering menggelar pesta gila-gilaan di apartemen supermewahnya di utara Ibu Kota Tel Aviv. Tamunya mulai dari wartawan berpengaruh, konglomerat, diplomat asing, hingga politisi tengah dia dekati.

Semua perlengkapan serba luks dalam apartemen seluas 350 meter persegi milik Barak itu. Bayangkan saja, harga apartemen terletak di lantai 31 ini US$ 10 juta atau hampir 400 kali pendapatan per kapita warga negaranya. Barang mahal dia miliki antara lain sistem pencahayaan dan suara otomatis, sistem pengatur alat-alat elektronik, dan meja makan dapat menampung 40 orang.

Barang berharga paling baru di kediaman Barak adalah sebuah bingkai album foto berukuran satu meter persegi. Isinya tokoh-tokoh menarik, termasuk foto mantan supermodel Carla Burni, kini istri bekas Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Dalam foto itu Bruni duduk telanjang di pangkuan ayahnya.

Mewahnya apartemen Barak membuat seorang pengusaha tidak mau disebutkan namanya geleng-geleng kepala. Saat menghadiri pesta ulang tahun Barak ke-65, Februari 2007, dia merasa seperti berada di istana mantan diktator Rumania dihukum gantung Nicolae Ceaucescu. "Sepertinya dia (Barak) sudah gila. Dia hidup di dunia lain, terpisah dari orang-orang, dimabuk oleh uang, oleh kekuasaan," katanya.

Dia juga doyan menghamburkan uang negara saat bepergian dinas ke luar negeri, termasuk saat menghadiri Paris Air Show, Juni 2009. Pameran saban dua tahun ini merupakan agenda wajib bagi Departemen Pertahanan Israel untuk memamerkan senjata-senjata unggulan mereka.

Ketika itu Barak mengajak 40 orang, termasuk istrinya Nili Priel. Hanya empat malam di ibu kota Prancis itu, mereka menghabiskan uang negara 939 ribu euro atau sekitar Rp 13,11 miliar. Mereka menginap di kamar hotel bertarif 2.500 euro semalam.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga tidak kalah pamer. Pada masa jabatan pertamanya, 1996-1999, lebih dari sekali dia menginap di hotel kelas premium, Park Lane dan Stanhope, di New York, Amerika Serikat. Ketika menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa September 2009, rombongannya menghabiskan US$ 1,3 juta.

Di tengah Perang Libanon 2006, Netanyahu bersama istrinya Sara berkampanye pro-Israel di Ibu Kota London. Selama sepekan keduanya menghamburkan 131 ribu shekel atau lebih dari US$ 36 ribu. Belanja ini termasuk makan, hiburan, cuci pakaian, dan penataan rambut Sara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Presiden Israel serukan semua kedutaan asing dipindah ke Yerusalem

Rivlin meminta seluruh negara mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebagian dari 19 orang Yahudi asal Yaman tiba di Israel pada 20 Maret 2016. (Arielle Di-Porto/The Jewish Agency for Israel)

19 orang Yahudi asli Yaman dievakuasi secara rahasia ke Israel

Sejak operasi rahasia bersandi Karpet Ajaib pada 1949 hingga kini the Jewsih Agency sudah memindahkan sekitar 49 ribu orang Yahudi dari Yaman ke Israel.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Khamenei luncurkan buku bagaimana lenyapkan Israel

Strategi Khamenei menghancurkan Israel berdasarkan prinsip bila sebuah wilayah pernah dikuasai kaum muslim meski hanya sebentar tidak boleh diserahkan kepada non-muslim.

Mercedes Benz berpelat nomor Arab Saudi terlihat di Kota Jaffa, Israel, Jumat, 24 Juli 2015. (@JackyHugi/Twitter)

Mobil berpelat nomor Saudi terlihat di Israel

Pemandangan ini amat sangat tidak biasa. Pengemudi Mercedes Benz itu pengusaha Arab Saudi.





comments powered by Disqus