kabar

Patok tempat di Masjid Al-Haram

"Itu tindakan sombong karena ingin orang lain menganggap mereka penting."

09 Juli 2015 23:03

Kaum muslim tengah berumrah di Kota Makkah, Arab Saudi, tentu tidak ingin melewatkan kesempatan salat lima waktu saban hari dalam Masjid Al-Haram. Sebab menurut riwayat, Nabi Muhammad pernah bersabda salat di sana lebih afdal seratus ribu kali ketimbang salat di masjid mana saja di seluruh dunia.

Karena itu banyak jamaah berlomba-lomba paling duluan tiba di Masjid Al-Haram. Apalagi orang melaksanakan umrah saban Ramadan selalu membludak, juga saat musim haji nanti.

Komite Haji Pusat Arab Saudi mengungkapkan selama 16 hari pertama Ramadan, Makkah dibanjiri 14 juta jamaah. Diperkirakan angkanya hingga akhir bulan puasa ini bisa 25 juta orang.

Bagi yang niatnya kuat mereka rela datang bahkan 3-4 jam sebelum waktu salat tiba agar kebagian tempat dalam Masjid Al-Haram. Bahkan ada yang tidak balik ke hotel setelah salat asar agar bisa salat magrib dan isya di sana.

Tapi jamaah malas memiliki siasat buruk. Mereka sengaja menaruh sajadah bohongan seolah tempat itu sudah ada dia duduki. Sebagian menyuruh anak atau karyawan mereka mematok tempat supaya tidak direbut orang.

Menurut ulama Saudi bernama Saleh al-Luhaidan, praktek ini tidak dibenarkan oleh ajaran Islam karena mengganggu hak orang lain. "Perilaku semacam itu bidah, klenik," katanya. "Itu tindakan sombong karena ingin orang lain menganggap mereka penting."

Dia menjelaskan yang dibolehkan mematok tempat dalam Masjid Al-Haram adalah muazin dan orang datang duluan tapi pergi ke kamar mandi karena mendesak.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Kotak simpan barang disediakan bagi jamaah ingin beritikaf di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Arab News)

Tersedia 500 kotak simpan barang bagi jamaah itikaf di Masjid Al-Haram

Para peserta itikaf juga bakal diberikan sebuah tas berisi satu bantal, sajadah, handuk, dan peralatan mandi.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR