kabar

Dua pilot Indonesia bergabung dengan ISIS

Sejak Maret lalu Ridwan Agustin menulis dalam akun Facebook, kota tempat tinggalnya saat ini adalah Raqqah, Suriah.

10 Juli 2015 08:35

AFP (Kepolisian Federal Australia) meyakini dua pilot Indonesia telah bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), menurut bocoran sebuah laporan intelijen diperoleh situs investigasi the Intercept kemarin. Keduanya adalah Ridwan Agustin and Tommy Hendratno alias Tommy Abu Al-Fatih.

Kedua lelaki sudah diawasi AFP sejak September 2014 setelah mereka mulai mengunggah pesan-pesan sokongan terhadap ISIS dan menjalin hubungan dengan akun-akun pro-ISIS. Laporan intelijen itu berjudul "Identification of Indonesian pilots with possible extremist persuasions" dan bertanggal 18 Maret 2015.

AFP mengklaim Ridwan, mantan pilot maskapai AirAsia, kerap terbang ke pelbagai tujuan, seperti Hong Kong dan Singapura, mulai menunjukkan tanda-tanda radikal September tahun lalu ketika dia mulai menyebarluaskan artikel-artikel terkait ekstremis di Facebook.

Ridwan lantas berteman dengan Tommy Hendratno di Facebook. Hendratno, bekas pilot Angkatan Laut Indonesia dan pernah bekerja buat maskapai Premiair, juga sering terbang ke beragam tujuan, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan Eropa. Dia berhenti dari Premiair 1 Juni lalu.

Seorang juru bicara AirAsia membenarkan Ridwan sudah tidak lagi bekerja di perusahaannya. Sejak pertengahan Maret lalu dilaporkan dia menulis dalam akun Facebook kota tempat tinggalnya saat ini adalah Raqqah, Suriah.

Ridwan dan Tommy saling berkomunikasi dan keduanya menjalin kontak dengan tokoh-tokoh pro-ISIS. Mereka juga berhubungan dengan jihadis-jihadis Indonesia tengah berperang bareng ISIS di Suriah.

"Sangat masuk akal Australia akan benar-benar cemas," kata Sydney Jones, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, lembaga berkantor di Jakarta. Dia menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir ada kenaikan jumlah warga Indonesia ikut bertempur bersama ISIS.

Pada 1 Maret-1 Juni 2015, menurut perkiraan Jones, 44 orang Indonesia terbunuh di Suriah dan Irak. Salah satunya adalah Heri Kustyanto, berteman dengan Ridwan di Facebook. Dia bilang Kustyanto alias Abu Azzam Qaswarah al-Indonesiy, merupakan satu dari tiga warga Indonesia dilatih sebagai pasukan elite ISIS.

Rekan Kustyanto di sana adalah Masykur, menjadi algojo dalam eksekusi relawan kemanusiaan asal Amerika Serikat Peter Kassig. Masykur tewas Mei lalu.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

ISIS benarkan Abu Bakar al-Baghdadi tewas

Dia dinyatakan terbunuh akibat serangan udara di Provinsi Ninawih, Irak.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Irak rebut Masjid Agung di Mosul dari ISIS

Pemerintah Irak memperkirakan Mosul bisa direbut dalam beberapa hari lagi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

18 Juni 2018

TERSOHOR