kabar

Tikus bikin bubar salat tarawih di Maroko

Sebanyak 81 jamaah luka, kebanyakan perempuan.

15 Juli 2015 21:01

Seekor tikus telah memicu kepanikan dan mengakibatkan orang lari keluar berdesakan dari dalam Masjid Hasan II di Kota Kasablanka, Maroko. Insiden saat salat tarawih kemarin malam itu melukai lebih dari 80 orang, kebanyakan perempuan.

"Sebanyak 81 orang, sebagian besar kaum hawa luka ringan, patah, dan sebagian lagi pingsan," kata kantor berita Maroko MAP.

Kepanikan muncul setelah seorang jamaah perempuan memberitahu ada seekor tikus dalam masjid. Kontan saja kepanikan terjadi dan jamaah berhamburan seraya berteriak histeris.

Salah satu korban luka memerlukan perawatan lanjutan adalah wanita hamil menderita dua patahan di kakinya.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.





comments powered by Disqus