kabar

Mantan istri Raja Arab Saudi tuntut fulus Rp 240 miliar dan dua apartemen

Janan Harb mengaku menikah secara rahasia dengan Raja Fahad pada 1968 saat dia berusia 19 tahun.

16 Juli 2015 13:28

Perseteruan lama antara seorang perempuan Kristen dan Pangeran Abdul Aziz bin Fahad, putra dari mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, bakal disidangkan mulai hari ini. Proses di Pengadilan Tinggi Inggris ini akan berlangsung lima hari.

Janan Harb, 65 tahun, mengklaim Pangeran Abdul Aziz pada 2003 pernah berjanji bakal melaksanakan komitmen ayahnya, yakni memberikan fulus US$ 18 juta atau kini setara Rp 240 miliar dan dua apartemen di Ibu Kota London, Inggris.

Namun sampai sekarang, kata warga negara Inggris itu, dirinya belum menerima fulus dan dua apartemen itu. Karena itulah, dia menggugat Pangeran Abdul Aziz ke Pengadilan Tinggi karena melanggar perjanjian.

Selama bertahun-tahun Pangeran Abdul Aziz berupaya mencegah agar kisruh ini tidak sampai ke pengadilan. Dia beralasan sebagai anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi dirinya kebal hukum menurut sistem legal berlaku di negara Tiga Singa itu, tapi Pengadilan Tinggi menolak alasannya itu Juni lalu.

Harb mengaku menikah secara rahasia dengan Raja Fahad pada 1968 saat dia berusia 19 tahun. Tapi Harb diasingkan ke Inggris sebelum Fahad naik takhta pada 1982 lantaran dia keturunan Kristen Palestina.

Raja Fahad di 1990-an berjanji menanggung keuangan Harb, tapi hal itu tidak pernah menjadi kenyataan hingga sang raja wafat satu dasawarsa lalu.

Menurut dokumen pengadilan dilihat Arabian Business, Pangeran Abdul Aziz setuju melaksanakan janji ayahnya itu. Keduanya bersepakat dalam sebuah pertemuan di Hotel Dorchester, London, pada 2003.

Harb bilang ada orang ketiga menjadi saksi dalam pertemuan itu dan dia bakal hadir memberikan keterangan dalam sidang. "Jika sang pangeran menolak, saya akan menerima tawaran film atas buku sudah saya tulis," kata Harb. "Saya akan menumpahkan semuanya."

Kata sejumlah sumber, bila Harb menang dalam kasus itu, dihitung atas harga sewa dua apartemen dan klaim kesehatan Harb karena menderita sakit gigi dan punggung, dia akan memperoleh lebih dari US$ 40 juta (Rp 534 miliar).

Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi menghadiahkan Kalashnikov dan peluru emas kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan saat berkunjung ke Islamabad pada 15 Januari 2019. (Twitter)

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Pangeran Abdul Aziz bin Fahad asal Arab Saudi bareng para pengawal pribadinya saat keluar dari klub malam elite Avenue di Manhattan, Kota New York, Amerika Serikat, 25 April 2016. (Splash News)

Arab Saudi masih tahan anak mendiang Raja Fahad di tempat rahasia

Penangkapan Pangeran Abdul Aziz bin Fahad atas perintah Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Cleo, pelacur kesukaan Pangeran Faisal bin Fahad

Pangeran Faisal bin Fahad doyan mabuk, pesta seks, dan pecandu narkotik. Dia pernah hampir meninggal karena kelebihan dosis kokain, heroin, dan wiski.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR