kabar

Syahdu takbir di Damaskus

"Makin ke sini kondisi kian membaik."

18 Juli 2015 11:24

Suasana Damaskus tenang tanpa bising rentetan tembakan dan raungan mesin perang kian syahdu dengan lantunan takbir di masjid-masjid. Sejak malam takbiran hingga lebaran kemarin, situasi di ibu kota Suriah itu tidak tersentuh amuk palagan.

Sekitar 1,7 juta penduduk kota kuno - dihuni sejak dua ribu tahun sebelum Nabi Isa lahir - ini, termasuk seratusan warga Indonesia, bisa merayakan Idul Fitri dengan aman dan tenang. Perang saudara telah berkobar empat tahun belakangan seolah tidak pernah meletup di Damaskus.

Suara takbir juga bergema dari dalam lobi KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Warga Indonesia datang silih berganti memeriahkan malam lebaran hingga tengah malam, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co kemarin.

Salat Id dilaksanakan di lobi KBRI diikuti sekitar seratus warga Indonesia, terdiri dari staf KBRI, pelajar, dan tenaga kerja perempuan. Bertindak sebagai imam adalah Firman Firdaus Manzili, staf KBRI, dan khatib adalah A.M. Sidqi, Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI.

Selesai khotbah, mereka bersalaman dengan Duta besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto dan istri, Rosa Triana.

"Alhamdulillah Idul Fitri tahun ini relatif aman dan tidak ada kejadian tembakan, bom, atau pesawat tempur bolak-balik seperti tahun-tahun lalu," ujar Muklas Hamdi Rais, pelajar berada di Damaskus sejak 2010. "Makin ke sini kondisi kian membaik."

Seorang lelaki Turki tengah menghancurkan sejumlah telepon seluler menggunakan palu. (Youtube)

Patuhi seruan Erdogan, warga Turki hancurkan iPhone

Dalam video lainnya, seorang bocah lelaki membuang seplastik Coca Cola ke dalam jamban.

Pastor Andrew Brunson. (Yeni Safak)

Pengadilan Turki tolak bebaskan Pastor Andrew Brunson

Pastor Brunson menjadi pangkal memburuknya hubungan Turki-Amerika, setelah Ankara menolak permintaan Washington DC agar dia dibebaskan.

Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi adili ulama tersohor secara rahasia

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.





comments powered by Disqus