kabar

Jengkel oleh rencana liburan raja Saudi

"Poin ingin kami sampaikan adalah tidak semuanya bisa dibeli," kata penasihat Kota Vallauris Jean-Noel Falcou.

21 Juli 2015 10:34

Situasi memanas di Vallauris, kota kecil berpenduduk 26 ribuan orang di Provinsi Alpes Cote d'Azur, selatan Prancis, seterik musim panas. Hal ini dipicu oleh rencana berlibur Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi.

Bukan lantaran dia ingin berleha-leha bareng 500 anggota keluarga kerajaan. Namun penutupan pantai La Mirandole sepanjang satu kilometer buat masyarakat memicu persoalan. Semua demi alasan keamanan.

Raja Salman menjadi salah satu musuh terbesar ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Negara Kabah itu bersama Prancis ikut menggempur basis pertahanan milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi di Irak.

Apalagi Prancis pernah kecolongan oleh serangan teror didalangi ISIS. Pihak berwenang bilang hanya menutup pantai untuk umum setidaknya bisa mereka lakoni untuk melindungi keselamatan Raja Salman.

Raja Salman bakal menginap di sebuah vila pinggir pantai dan rombongan lainnya di hotel-hotel mewah di Cannes, berjarak sekitar enam kilometer dari Vallauris.

Vila dulunya bernama the Château de l’Horizon ini pernah menjadi tempat menginap favorit mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan para selebritas Hollywood. Vila itu dibangun pada 1932 untuk aktor Amerika Serikat Maxine Elliott, temannya Churchill.

Setelah sempat dikuasai pasukan Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua, Pangeran Ali Khan membeli vila itu pada 1948. Sejak dibeli Pangeran Fahad bin Abdul Aziz - kemudian menjadi Raja Arab Saudi pada 1982 - vila ini menjadi tempat menginap kesukaan keluarga Kerajaan Saudi saban musim panas.

Keputusan menutup Pantai La Mirandole selama kehadiran Raja Salman sekeluarga memicu protes dari penduduk Vallauris. Mereka biasa berenang, berjemur, dan memancing di sana.

"Poin ingin kami sampaikan adalah tidak semuanya bisa dibeli," kata penasihat Kota Vallauris Jean-Noel Falcou kepada surat kabar the Guardian. "Orang-rang Saudi sudah datang ke sini selama 40 tahun dan selalu kami sambut. Yang kami minta mereka menghormati hukum di Prancis."

Falcou telah meluncurkan sebuah petisi buat menghentikan rencana penutupan La Mirandole saat rombongan Raja Salman tiba, mungkin pekan ini. "Sebuah pantai umum adalah properti tidak terpisahkan, ia terbuka bagi siapa saja," ujarnya. "Ini tidak ada hubungannya dengan keamanan dan semua itu dilakukan demi kesenangan pribadi."

Namun para pengusaha setempat tidak memprotes penutupan itu. Di Cannes, para pengelola hotel telah bertemu akhir pekan lalu untuk membahas cara terbaik menyambut tamu-tamu istimewa itu.

Michel Chevillon, Presiden Persatuan Hotel di Cannes, bilang kepada koran Nice Matin, "Ketika raja datang, orang-orang Saudi lainnya menyusul...Mereka memesan 20, 30 hingga 50 atau 60 kamar dalam waktu bersamaan...totalnya antara 500 sampai seribu kamar."

Dia menjelaskan warga Arab Saudi memiliki daya beli sangat kuat. Mereka tidak pernah menghitung fulus mereka keluarkan. "Mereka membeli 10 ribu sampai 15 ribu bunga saban hari dan menyewa ratusan limusin," tuturnya.

Namun Falcou menilai keuntungan ekonomi bagi penduduk vallauris hampir nihil. "Kebanyakan uang lari ke Cannes."

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman kedatangan sejumlah pangeran senior saat terjadi upaya kudeta

"Ketika kejadian itu, selain ada Raja Salman dan putera mahkota, juga ada beberapa pangeran senior dan pejabat datang bersama para pengawal bersenjata," katanya sumber Albalad.co

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Hindari upaya pembunuhan, anak Raja Salman disarankan kurangi tampil depan publik

Sumber Albalad.co itu menekankan situasi dalam keluarga besar Bani Saud memang tengah genting akibat perebutan kekuasaan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR