kabar

Raja Salman datang, warga Vallauris berang

Selama tiga pekan Raja Salman berlibur di Vallauris, selatan Prancis, Pantai Mirandole ditutup buat umum.

27 Juli 2015 05:28

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bersama seribu anggota rombongannya Sabtu lalu tiba untuk menikmati liburan musim panas di Riviera, selatan Prancis. Liburan Raja Salman ini mengundang protes dari warga setempat lantaran pantai ditutup buat umum demi keamanan tamu istimewa itu.

Rombongan Raja Salman mendarat di sebuah bandar udara di Kota Nice. Dari sana Raja Salman menuju Vallauris dengan konvoi sepuluh mobil.

Ikut dalam rombongan bertolak dari Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, itu adalah Pangeran Khalid bin Fahad bin Khalid, Pangeran Mansyur bin Saud bin Abdul Aziz, Pangeran Fahad bin Abdullah bin Abdul Aziz bin Musaid, Pangeran Husam bin Saud bin Abdul Aziz, Pangeran Muhammad bin Abdurrahman bin Abdul Aziz, Pangeran Khalid bin Salman bin Abdul Aziz, Pangeran Nayif bin Salman bin Abdul Aziz, dan Pangeran Rakan bin Salman bin Abdul Aziz.

Juga ikut menemani Raja Salman berlibur, yakni Menteri Keuangan Ibrahim bin Abdul Aziz al-Assaf, Menteri Kebudayaan dan Informasi Adil bin Zaid ath-Thoraifi, serta sejumlah pejabat sipil dan militer.

Raja Salman dan keluarga dekatnya menginap di vila keluarga di Kota Vallauris. Sedangkan anggota rombongan lainnya tinggal di hotel-hotel mewah di Cannes, berjarak sekitar enam kilometer dari Vallauris.

Gara-gara liburan tiga pekan Raja Salman ini, Pantai Mirandole terletak di bawah vila keluarga kerajaan ditutup bagi masyarakat setempat. Saudi bahkan juga membangun lift agar Raja Salman mudah turun ke pantai.

Vila dulunya bernama the Château de l’Horizon ini pernah menjadi tempat menginap favorit mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan para selebritas Hollywood. Vila itu dibangun pada 1932 untuk aktor Amerika Serikat Maxine Elliott, temannya Churchill.

Setelah sempat dikuasai pasukan Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua, Pangeran Ali Khan dari Pakistan membeli vila itu pada 1948. Sejak dibeli Pangeran Fahad bin Abdul Aziz pada 1979 – kemudian menjadi Raja Arab Saudi pada 1982 – vila ini menjadi tempat menginap kesukaan keluarga Kerajaan Saudi saban musim panas.

Keputusan menutup Pantai La Mirandole selama kehadiran Raja Salman sekeluarga memicu protes dari penduduk Vallauris. Mereka biasa berenang, berjemur, dan memancing di sana.

“Poin ingin kami sampaikan adalah tidak semuanya bisa dibeli,” kata penasihat Kota Vallauris Jean-Noel Falcou kepada surat kabar the Guardian. “Orang-rang Saudi sudah datang ke sini selama 40 tahun dan selalu kami sambut. Yang kami minta mereka menghormati hukum di Prancis.”

Falcou telah meluncurkan sebuah petisi buat menghentikan rencana penutupan La Mirandole. Dalam sepekan petisi ini sudah kebanjiran lebih dari seribu tanda tangan.

Namun pihak hotel, restoran, toko-toko mewah di sana malah menyambut kehadiran rombongan Raja Salman. Sebab orang-orang Arab Saudi itu memiliki daya beli amat kuat dan tidak berhitung dalam mengeluarkan fulus.

"Keuntungan ekonomi tidak cuma buat kami, restoran, sopir, dan para pekerja di vilanya juga diuntungkan," ujar Serge Reinhard, Direktur Hotel Montaigne di Cannes. Setengah dari total kamar di hotel bintang empat ini sudah dipesan warga Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Pengamanan semua istana Raja Salman kian diperketat

Selain Istana Auja diserang Sabtu malam lalu, Raja Salman juga memiliki istana di kota Jeddah dan Makkah.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Kudeta gagal di Arab Saudi

Baku tembak di sekitar istana Raja Salman berlangsung 2-3 jam.





comments powered by Disqus