kabar

Bajaj dilarang beroperasi di Kairo

Pelanggar bisa dikenai denda Rp 2,5 juta.

30 Juli 2015 14:22

Gubernur Kairo, Mesir, kemarin mengeluarkan aturan melarang tuk tuk atau bajaj beroperasi di jalanan ibu kota. Pengemudi bajaj melanggar bisa dikenai denda US$ 190 atau kini setara Rp 2,5 juta.

Namun lewat pernyataan tertulis, gubernur Kairo tidak menyebutkan alasan pelarangan bajaj beroperasi itu. Daerah terlarang buat bajaj di Kairo adalah di kawasan Azbakiya, Abdin, Muski, Waili, Bab asy-Syairiya, Bulak Abul Ila, dan jantung Kairo.

Laporan sebuah komisi pemerintah awal tahun lalu menyebutkan kabinet Mesir memutuskan para pemilik tuk tuk mesti memiliki izin operasi kendaraannya. Pemerintah berpendapat bajaj berbahaya bagi keamanan, kesehatan, dan melanggar lalu lintas. Selain itu dalam pengadaannya, juga menabrak aturan bea cukai dan undang-undang ekspor.

Tuk tuk juga kerap dipakai buat merampok dan sulit dilacak jejaknya.

Bajaj menjadi transportasi umum di banyak negara, seperti India, Thailand, dan juga Indonesia, khususnya di Jakarta.

Stasiun ruang angkasa internasional. (NASA)

Astronot UEA pertama akan ke ruang angkasa tahun depan

Proyek ini sudah dimulai sejak 12 tahun lalu.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (Arabian Business)

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

Mordechai Vanunu dan istrinya Kristin Joachimsen setelah menikah di Gereja Sang Penebus, Yerusalem, 19 Mei 2015. (facebook.com)

Trump teken surat janji untuk tidak paksa Israel ungkap senjata nuklirnya

Perjanjian serupa pernah ditandatangani tiga presiden Amerika sebelumnya, yakni Bill Clinton, George Walker Bush, dan Barack Obama.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.





comments powered by Disqus