kabar

Takdir Bin Ladin dan maut di pesawat

Sudah lima anggota keluarga besar Bin Ladin tewas dalam tiga kecelakaan pesawat.

01 Agustus 2015 23:57

Embraer Phenom 300, jet pribadi buatan Brasil seharga tujuh juta pound sterling atau kini setara Rp 147,7 miliar, itu bernasib nahas kemarin. Pesawat ini milik Salim Aviation, perusahaan penyewaan jet pribadi kepunyaan keluarga Bin Ladin, berkantor di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Saat mendarat di Bandar Udara Blackbushe, Hampshire, di luar Ibu Kota London, Inggris, pesawat ditumpangi keluarga Bin Ladin ini tergelincir hingga keluar landasan dan akhirnya menabrak mobil tengah diparkir. Suara ledakan terdengar diikuti kobaran api serta asap tebal membubung ke udara.

Empat orang, termasuk satu pilot asal Yordania belum diketahui identitasnya, tewas. Tiga korban meninggal merupakan kerabat dari mendiang pendiri sekaligus pemimpin Al-Qaidah Usamah Bin Ladin. Mereka adalah Rajaa Hasyim (ibu tiri Bin Ladin), Sana Bin ladin (adik tiri), dan Zuhair Hasyim (suami dari Sana).

Di kalangan rakyat Arab Saudi, Sana Bin Ladin dikenal sebagai "Ibu Anak Yatim Piatu." Dia aktif membantu anak-anak yatim di negara Kabah itu.

Duta Besar Arab Saudi buat Inggris Pangeran Muhammad bin Nawaf bin Abdul Aziz menyampaikan duka cita kepada keluarga Bin Ladin lewat pernyataan tertulis, namun dia tidak menyebutkan nama para korban.

Ini merupakan kecelakaan pesawat ketiga menimpa keluarga besar Bin Ladin.

Ayah dari Usamah Bin ladin, Muhammad bin Awad bin Ladin, juga bernasib serupa. Pesawat Beechcraft dia tumpangi jatuh pada 1967 saat akan mendarat di sebuah gunung di Provinsi Asir, barat daya Arab Saudi. Waktu kejadian Muhammad Bin Ladin ingin meninjau pembangunan jalan dikerjakan perusahaannya.

Kecelakaan kedua menimpa putra sulungnya, Salim Bin Ladin, pada 1988 di Kota San Antonio, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat. Pesawat ringan dia piloti menabrak kabel listrik dan akhirnya jatuh.

Dengan kecelakaan kemarin berarti sudah ada lima korban meninggal dari keluarga besar Bin Ladin.

Muhammad Bin Ladin merantau dari Hadramaut, selatan Yaman, ke Arab Saudi pada 1930-an. Dia bekerja di sektor konstruksi. Rupanya pihak kerajaan puas dengan kinerja Bin Ladin dan akhirnya dia diberi kontrak untuk semua proyek konstruksi di negeri Dua Kota Suci itu, termasuk pembangunan sekaligus perluasan Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah.Usahanya terus meroket hingga akhirnya dia membikin konglomerasi bernama Saudi Binladin Group, berpusat di Jeddah.

Muhammad Bin Ladin merupakan lelaki tukang kawin cerai. Dia konon memiliki dua lusin istri dan menghasilkan 54 anak. Usamah Bin Ladin merupakan satu-satunya putra dari istrinya bernama Hamidah Alia Ghanum, perempuan elegan dan modern asal Latakia, Suriah, dia nikahi pada 1950-an.

Seekor unta milik Qatar tergolek lemah setelah terjebak berhari-hari di perbatasan Arab Saudi dalam kondisi lapar. (The New Arab)

Arab Saudi larang hewan ternak dari negara tetangga cari makan di wilayahnya

Larangan itu berlaku lima tahun mulai 11 September lalu.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

MUI desak Arab Saudi bebaskan semua ulama ditahan

Arab Saudi sebaiknya menilai demokratisasi berkembang di negara-negara Arab dan muslim, termasuk di Saudi sendiri, sebagai langkah maju demi memperbaiki situasi dan untuk kemajuan kolektif.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.





comments powered by Disqus