kabar

Selama Ramadan, 26 juta orang beribadah di Masjid Al-Haram

Angka ini naik 4,6 persen ketimbang tahun lalu.

02 Agustus 2015 08:26

Lebih dari 26 juta jamaah umrah dan lainnya beribadah di Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, selama Ramadan lalu dan beberapa hari pertama Syawal.

Hisyam al-Falih, penasihat gubernur dan pengawas pembangunan Makkah, bilang sekitar delapan juta jamaah umrah bolak balik Masjid Al-Haram selama sepuluh hari terakhir bulan puasa. "Jumlah orang ke Masjid Al-Haram 26.729.709, naik lebih dari 4,6 persen ketimbang tahun lalu," katanya.

Al-Falih menjelaskan selama bulan puasa tahun ini 1,7 juta kendaraan menggunakan lahan parkir di gerbang Makkah dan wilayah tengah. Sebanyak 6,6 juta kendaraan melayani para jamaah pulang pergi masjid, meningkat 15 persen dibanding tahun lalu.

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Imam Masjid Al-Haram Syekh Faisal bin Jamil al-Ghazawi. (Twitter)

Satu lagi imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah dan satu lagi ditahan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi larang imam Masjid Al-Haram berdakwah

Arab Saudi bulan lalu menangkap Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, juga salah satu imam Masjid Al-Haram.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

MUI kutuk penangkapan imam Masjid Al-Haram

"Tidak sedikit ulama atau tokoh menghindar untuk menyuarakan kebenaran ini karena takut menerima risiko," ujar Muhyiddin.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR