kabar

72 derajat di Iran tapi hujan di Saudi

Gara-gara temperatur kelewat panas, pemerintah Irak mengumumkan libur nasional empat hari.

04 Agustus 2015 11:25

Musim panas tahun ini di Timur Tengah serasa terpanggang api. Suhu udara rata-rata sama dengan setengah suhu air mendidih.

Bahkan di Iran terik surya saat siang bisa mencapai 72 derajat Celcius. Di Irak 51 derajat, 52 di Yordania, dan 48 derajat Celcius di Tunisia.

Gara-gara temperatur kelewat panas, pemerintah Irak mengumumkan libur nasional empat hari.

Di Yordania suhu di daerah perbukitan panas dan sangat menyengat di Lembah Yordania, Aqabah, dan kawasan lembah. Badai pasir Ahad sore pekan lalu menyelimuti sekitar Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman.

Namun di bagian lain Timur Tengah, termasuk wilayah utara Uni Emirat Arab (UEA) dan sebagian Arab Saudi, diguyur hujan deras. Badai disertai hujan Jumat pekan lalu mengakibatkan banjir di Ras al-Khaimah (UEA). Badan meteorologi Saudi dan UEA sudah mengingatkan pengendara untuk berhati-hati lantaran jarak pandang terbatas akibat angin dan hujan lebat.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus