kabar

Batal gelar resepsi demi kasih makan empat ribu pengungsi Suriah

"Menyelenggarakan pesta pernikahan tidak perlu ketika tetangga kita bahkan tidak mempunyai cukup makanan."

05 Agustus 2015 15:29

Ketika banyak orang tajir menghamburkan fulus demi gengsi dan kesenangan berlebihan, pengantin baru asal Turki membikin gebrakan mengharukan. Fethullah Uzumcuoglu and Esra Polat tidak menggelar resepsi, namun membagikan makanan bagi empat ribu pengungsi Suriah di Kota Kilis, selatan Turki.

Sedekah pasangan pengantin ini diselenggarakan lewat bantuan lembaga amal di negara itu, Kimse Yok Mu (KYM). Menurut seorang juru bicara KYM, gagasan memberi makan para pengungsi Suriah ini datang dari ayahnya pengantin lelaki. "Ayah dari Uzumcuoglu berpikir menyelenggarakan pesta pernikahan tidak perlu ketika tetangga kita bahkan tidak mempunyai cukup makanan."

KYM saban hari mengurusi empat ribu pengungsi Suriah di Kilis. Badan amal ini juga bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa membantu warga Suriah lari dari negara mereka akibat perang.

Saat ini terdapat puluhan ribu pengungsi Suriah di Kilis. Secara keseluruhan, Turki menaungi lebih dari sejuta orang Suriah menyeberang ke negara itu setelah pecah perang saudara di Suriah pada 2011.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Muazin Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette/Courtesy)

Masjid Nabawi punya 17 muazin

Tiap hari ada tiga muazin bertugas di Masjid Nabawi.

Aysen Gurcan merupakan menteri berjilbab pertama di Turki. Dia diangkat sebagai menteri kebijakan keluarga dan sosial. (iha.com.tr)

Menteri berjilbab pertama di Turki

Aysen Gurcan ditunjuk sebagai menteri kebijakan keluarga dan sosial.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR