kabar

Pengantin baru Aljazair trauma lihat istrinya tanpa riasan wajah

Dia mengira istrinya pencuri. Karena trauma, dia menggugat istrinya ke pengadilan dan meminta ganti rugi Rp 270,4 juta

06 Agustus 2015 07:20

Seorang pengantin lelaki Aljazair amat terkejut setelah baru sehari menikah melihat istrinya tanpa riasan wajah. Dia mengaku trauma.

Bukan sekadar trauma, dia merasa tertipu karena wajah istrinya tanpa riasan tidak secantik bila dipoles. Karena itu dia menggugat sang istri ke pengadilan. Dia minta ganti rugi US$ 20 ribu atau kini setara Rp 270,4 juta atas rasa kecewanya, seperti dilansir Emirates 24/7.

Pria itu sangat kaget melihat wajahnya istrinya paginya setelah malam pengantin. "Pengantin itu bilang kepada hakim, dia tidak mengenali istrinya setelah dia mencuci riasan di wajahnya," kata seorang sumber di pengadilan. "Dia ketakutan karena dia mengira istrinya pencuri."

Sumber ini menambahkan lelaki Aljazair itu mengatakan sebelum menikah istrinya itu sangat cantik dan menarik dengan riasan wajah.

Kasus serupa terjadi November tahun lalu di Arab Saudi. Seorang lelaki langsung menceraikan istrinya di hari pernikahan setelah melihat parasnya. Dia merasa kecewa karena sang istri tidak secantik bayangannya.

Muazin Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette/Courtesy)

Masjid Nabawi punya 17 muazin

Tiap hari ada tiga muazin bertugas di Masjid Nabawi.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tradisi bunuh diri depan Kabah

Bila saban tahun ada saja orang bunuh diri atau berusaha untuk melakoni itu, kian rusaklah citra kota kelahiran nabi itu.

Duta Besar Indonesia buat Libanon Achmad Chozin Chumaidy menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa Indonesia menjadi imam tetap di negara itu dalam acara halal bihalal di lobi KBRI Veirut, 15 Juni 2018. (KBRI Beirut buat Albalad.co)

Empat mahasiswa Indonesia jadi imam tetap di Libanon dapat penghargaan

"Kalau orang Arab imam di Indonesia itu biasa, tapi jika orang Indonesia jadi imam di Arab itu luar biasa," kata Chozin Chumaidy.





comments powered by Disqus