kabar

Israel tahan tiga ekstremis Yahudi enam bulan tanpa diadili

Negara Zionis itu selama ini menerapkan tahanan administratif bagi orang Palestina.

10 Agustus 2015 10:49

Sesuai rekomendasi Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel), Menteri Pertahanan Moshe Yaalon kemarin meneken surat perintah penahanan selama enam bulan tanpa proses pengadilan terhadap dua ekstremis Yahudi. Keduanya adalah Meir Ettinger, cucu dari Rabbi Mei Kahane beraliran ultranasionalis, dan Eviatar Slonim.

Ettinger dan Slonim, sama-sama berusia awal 20-an tahun, ditangkap pekan lalu dengan tuduhan terlibat kegiatan teror, namun tidak dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran rumah warga Palestina di Desa Duma, Tepi Barat, 31 Juli lalu. Ettinger bahkan dituding memimpin gerakan anti-Islam dan Kristen.

Penahanan semacam ini disebut penahanan administratif. Status ini biasa diterapkan di negara-negara Barat bagi orang dituduh terlibat terorisme tapi tidak ada bukti kuat.

Israel selama ini menerapkan tahanan administratif atas warga Palestina terlibat organisasi atau kegiatan membahayakan buat negara itu. Penahanan tanpa diadili itu berlaku enam bulan dan bisa diperpanjang bila diperlukan.

Sepekan sebelumnya negara Zionis ini juga menetapkan Mordechai Meyer sebagai tahanan administratif. Dia dituding terlibat pembakaran gereja keajaiban Yesus di tepi Laut Galilea.

Kebijakan keras Israel ini berlaku setelah kasus Teror Duma. Dua pemukim Yahudi diduga kuat sebagai pelaku pembakaran rumah keluarga Dawabsyah.

Insiden di akhir bulan lalu itu langsung menewaskan Ali Dawabsyah, 18 bulan. Sedangkan ayahnya, Saad Dawabsyah, mengembuskan nafas penghabisan akhir pekan lalu. Ibunya Ali, Riham, dan kakaknya, Ahmad, 4 tahun, masih dirawat di rumah sakit di Israel. Ahmad sudah mulai pulih, sedangkan nyawa Riham terancam.

Kejadian itu memicu murka di kalangan rakyat dan politisi Israel. Menteri Pendidikan sekaligus pemimpin Partai Bayit Yehudi Naftali Bennet mengusulkan hukuman mati dan penghancuran rumah bagi pelaku teror, baik itu orang Yahudi atau Palestina.

Bayit Yehudi adalah partai menyokong keberadaan seluruh permukiman Yahudi di Tepi Barat meski itu melanggar hukum internasional.

Hingga saat ini aparat keamanan Israel belum mengumumkan siapa tersangka Teror Duma.

Kelompok pemantau hak asasi manusia B'Tselem, biasa membela warga Palestina, mengkritik keputusan Israel itu. "Penahanan administratif ini tanpa dakwaan atau pengadilan dan tersangka tidak bisa membela diri karena buktinya dirahasiakan."

Aharon Rozeh, pengacara Ettinger dan Slonim, menegaskan kedua kliennya tidak bersalah. "Cara ini berbahaya...bagi sistem hukum dan demokrasi," katanya.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

ISIS kecam ulama Saudi mengizinkan penutupan masjid buat cegah Covid-19

Mulai besok, Saudi mencabut larangan salat berjamaah di smeua masjid kecuali di Kota Makkah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Diplomat Sudan diterbangkan ke Israel untuk dirawat karena Covid-19 akhirnya meninggal

Hubungan Israel-Sudan mencair setelah Al-Burhan bertemu Netanyahu di Uganda Februari lalu. Kedua pemimpin sepakat buat menormalisasi relasi kedua negara.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Korban wafat karena Covid-19 di Makkah tembus 200 orang

Jumlah penderita Covid-19 di Arab Saudi bertambah menjadi 81.766 orang, termasuk 458 meninggal.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Protes alat pelindung diri kurang, puluhan dokter di Mesir berhenti

Sejak Maret lalu, 350 dokter di Mesir terjangkit Covid-19 dan 19 orang lainnya mengembuskan napas terakhir.





comments powered by Disqus