kabar

Mesir keluarkan fatwa protes damai haram

Al-Ikhwan al-Muslimun hari bakal menggelar unjuk rasa dengan slogan: "Tanah tidak bisa menyerap darah."

14 Agustus 2015 10:28

Dar al-Ifta, lembaga agama berkantor di Ibu Kota Kairo, Mesir, kemarin mengeluarkan fatwa mengharamkan protes damai. Putusan ini muncul sehari menjelang peringatan dua tahun tragedi Rabiah al-Adawiyah.

Insiden ini berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2013. Protes duduk dilancarkan para penyokong Presiden Muhammad Mursi dan simpatisan kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun di lapangan Rabiah al-Adawiyah dan Nahda berujung bentrokan. Serbuan aparat keamanan menewaskan ratusan orang dan ribuan lainnya ditahan.

Dar al-Ifta menyerukan kepada seluruh rakyat Mesir untuk mengabaikan seruan melancarkan pemberontakan dan sabotase oleh pihak-pihak tertentu. "Bertentangan dengan pemerintah, memiliki pandangan subversif, dan menolak hidup dalam masyarakat bukan bagian dari Islam," katanya. "Semua itu dilarang lantaran mengarah pada kehancuran kepentingan rakyat dan negara."

Al-Ikhwan meminta semua warga Mesir turun ke jalan buat memperingati tragedi Rabiah. Mereka bilang demonstrasi ini akan membawa slogan: "Tanah tidak bisa menyerap darah."

Menurut media setempat, aparat keamanan Mesir sudah bersiaga menghadapi unjuk rasa besar-besaran hari ini. "Segala upaya kelompok Al-Ikhwan untuk menyerang polisi atau tindakan tidak lazim akan dibalas dengan kebijakan keras," ujar seorang pejabat keamanan kepada kantor berita resmi MENA.

Perseteruan antara militer dan Al-Ikhwan menguat setelah Jenderal Abdil Fatah as-Sisi - terpilih sebagai presiden tahun lalu - berhasil melengserkan Mursi. Sejak saat itu pemerintah memberangus Al-Ikhwan dan menyatakan kelompok bikinan Hasan al-Banna ini sebagai organisasi teroris dan dilarang.

Mursi bareng sejumlah petinggi Al-Ikhwan juga sudah mendapat vonis mati dan hukuman penjara atas dakwaan mata-mata dan mengancam keamanan negara.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

MUI kutuk penangkapan imam Masjid Al-Haram

"Tidak sedikit ulama atau tokoh menghindar untuk menyuarakan kebenaran ini karena takut menerima risiko," ujar Muhyiddin.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap imam Masjid Al-Haram

Sejak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menunjuk anaknya, Pangeran Muhammad bin Salman, menjadi putera mahkota pada Juni tahun lalu, Saudi getol menangkapi aktivis, wartawan, akademisi, dan ulama dianggap tidak menyokong kebijakan penguasa.

Syekh Yusuf al-Qaradawi. (Facebook/Yusuf al-Qaradawi)

Mesir tangkap putri dan mantu Syekh Yusuf Qaradawi

Seperti ayahnya, Ula Qaradawi dan suaminya, Husam Khalaf, dikenai tuduhan terlibat terorisme.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR