kabar

Bertemu pengagum Soekarno di Gaza

"Dia (Soekarno) sangat teguh memegang prinsip. Dia berani menentang negara-negara besar," ujar Salim seraya mengacungkan jempol.

16 Agustus 2015 06:08

"Ini saya tegaskan kepada Tuan-tuan dan saya sadar sekarang berbicara untuk saudara-saudara saya di Asia dan Afrika. Perjuangan untuk kemerdekaan senantiasa dibenarkan dan benar," kata Presiden Soekarno. "Mereka menentang gerak maju tidak terelakkan dari kemerdekaan nasional dan hak menentukan nasib sendiri adalah buta. Mereka berusaha mengembalikan apa yang tidak dapat dikembalikan merupakan bahaya bagi mereka sendiri dan buat dunia."

Salah satu bagian dari pidato mendiang Presiden Soekarno di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York, Amerika Serikat, 30 September 1960, itu begitu membekas di ingatan Salim, lelaki renta ditemui Albalad.co tiga tahun lalu di sebuah pusat kebugaran di Kota Gaza.

"Dia pemimpin agung, saya sangat menghormati dia," ujar pria 80 tahun ini. Ayah tujuh anak dan berjalan dengan bantuan tongkat itu mengaku pernah dua kali bertemu Soekarno di Jakarta. Kejadiannya sekitar 1960-an.

Kesempatan berjumpa Soekarno itu datang karena Salim adalah juara tenis meja dari Palestina. Dia juga pernah menjabat ketua Federasi Tenis Meja Palestina. "Dia (Soekarno) sangat teguh memegang prinsip. Dia berani menentang negara-negara besar," ujarnya seraya mengacungkan jempol.

Di depan Sidang Majelis Umum PBB 55 tahun lalu, Soekarno menegaskan kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Sudah banyak bangsa di Asia dan Afrika berjuang dan berhasil lepas dari penjajahan.

Hanya tersisa Palestina masih tercekik cengkeraman Israel. Meski begitu Salim ingat betul ucapan Soekarno untuk tidak lelah berjuang sampai kemerdekaan datang.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus