kabar

Kibar Merah Putih di langit Damaskus

Ketika banyak bendera negara lain turun, Merah Putih masih mengangkasa di langit Damaskus.

18 Agustus 2015 06:59

"Saya baru kali ini menyaksikan suatu bangsa begitu mencintai negaranya meski berada jauh di Suriah," kata Samir Makih, warga Ibu Kota Damaskus, Suriah, diundang dalam peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-70 kemarin.

Upacara peringatan itu berlangsung di halaman kompleks KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Damaskus, dihadiri sekitar 150 orang meliputi staf KBRI, pelajar, tenaga kerja perempuan penghuni penampungan sementara, dan warga lokal. Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto menjadi pembina dan para mahasiswa sebagai petugas upacara, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co hari ini.

Kesyahduan memuncak saat bendera Merah Putih dinaikkan dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa singkat tetapi sangat bersejarah. Melalui jembatan emas kemerdekaan, bangsa Indonesia telah membalikkan keadaan dari buta huruf, terbelakang, dan miskin menjadi salah satu negara dengan pembangunan ekonomi, politik, dan demokrasi terbaik di dunia," kata Djoko dalam sambutannya. "Para pendiri bangsa pasti bangga melihat capaian Republik Indonesia pada ulang tahun ke-70 ini."

Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan aubade lagu-lagu nasional Indonesia diringi piano keyboard dimainkan Djoko. Merah Putih seolah tegak perkasa mengimbangi semangat lagu Maju Tak Gentar, Halo-halo Bandung, Hari Merdeka, dan Bagimu Negeri.

Pada kesempatan itu pula, Djoko menyerahkan piagam penghargaan kepada para pegawai setempat atas dedikasinya kepada KBRI Damaskus, juga kepada para pengacara KBRI atas prestasi mereka menyelesaikan ratusan masalah hukum para buruh migran Indonesia di Suriah. Rangkaian upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa untuk kemajuan bangsa Indonesia dan perdamaian bagi negeri Suriah, dilanjutkan dengan silaturahim.

Pelaksana Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Damaskus A.M.Sidqi menjelaskan penyelenggaraan upacara bendera di lapangan ini baru diadakan kembali selama konflik bersenjata melanda Suriah. "Melihat kondisi relatif aman dan sesuai arahan duta besar, kami sengaja menyelenggarakan upacara tahun ini di lapangan dan mengundang warga lokal buat menunjukkan upacara kemerdekaan khas Indonesia lengkap dengan segala hiruk pikuknya."

Ketika banyak bendera negara lain turun, Merah Putih masih mengangkasa di langit Damaskus.

Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi menghadiahkan Kalashnikov dan peluru emas kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan saat berkunjung ke Islamabad pada 15 Januari 2019. (Twitter)

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Milisi Asy-Syabab menyerbu Hotel Dusit di Ibu Kota Nairobi, Kenya. (Nairobi News)

Asy-Syabab serbu hotel mewah di Nairobi

Penyerang berjumlah empat orang.

Perempuan Arab Saudi mengendarai sepeda motor. (Arab News/Supplied)

1.600 warga Arab Saudi jalani operasi ganti kelamin

Kebanyakan adalah perempuan ingin menjadi lelaki.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR