kabar

Patungan buat Sekhemka

Mesir mengajak seluruh rakyatnya mengumpukan fulus buat membeli kembali patung kuno Sekhemka telah dijual seharga hampir Rp 354 miliar.

25 Agustus 2015 18:44

Sekhemka namanya, berusia 4.500 tahun dan asli Mesir. Barang antik ini terjual seharga 16 juta pound sterling atau kini hampir Rp 354 miliar dalam lelang dibikin Museum Northampton di Inggris Juli tahun lalu.

Pembelinya sampai sekarang masih dirahasiakan. Tapi bila larangan ekspor atas patung seorang ahli penulis setinggi 76 sentimeter itu berakhir bulan ini, ia bakal menjadi simpanan kolektor kaya. Barangkali tidak akan pernah lagi dilihat masyarakat.

Karena itu pemerintah Mesir mendesak rakyatnya di seluruh dunia urunan mengumpulkan fulus untuk membeli kembali artefak tidak ternilai harganya itu. "Penjualan arca ini merupakan noda tidak akan terhapus dari reputasi museum dan merupakan kejahatan moral terhadap warisan sejarah dunia dan Mesir khususnya," kata Menteri Kepurbakalaan Mesir Mamduh ad-Damati.

Gara-gara kasus ini, dia menambahkan, Mesir menghentikan semua kesepakatan dengan Museum Northampton. Apalagi penjualan Sekhemka itu menghebohkan publik Inggris.

Dewan Kesenian Inggris sudah mencabut museum itu dari daftar akreditasi mereka hingga paling cepat 2019. Alhasil, Museum Northampton tidak bisa menerima hibah atau pendanaan dalam bentuk lain. Sebab lelang atas Sekhemka melanggar aturan.

Sekhemka tidak sendirian. Di sebelah kaki kanannya ada patung lebih kecil diyakini istrinya duduk bersimpuh. Kemampuan menulis dan membaca Sekhemka menunjukkan betapa pentingnya posisinya di masa itu.

Adalah Spencer Compton, ningrat asal Northampton, memperoleh patung itu saat melancong ke Mesir sekitar 1850. Namun pihak keluarga lantas menyumbangkan arca ini kepada museum 30 tahun kemudian.

Tiga akademisi dari University College London, Inggris - Profesor Stephen Quirke, Dr Richard Bussmann, dan Dr Alice Stevenson - bulan lalu menulis di surat kabar the Guardian: bagaimana Sekhemka diperoleh tidak jelas ceritanya.

Mereka bilang tidak seorang pun tahu siapa pemilik Sekhemka. Bagaimana dan kapan ia meninggalkan Mesir atau masuk Museum Northampton. "Riset menemukan penjualan itu melanggar hukum internasional," tulis ketiganya. "Lelang itu juga menghancurkan nama baik negara dan semua museum di Inggris."

Sekelompok aktivis Mesir bulan lalu memulai kampanye menuntut pemerintah segera mengambil alih patung itu. "Sekhemka tidak semestinya disimpan entah di mana. Ia terlalu mempesona untuk diperlakukan semacam itu," ujar Gunila Loe, pemimpin Save Sekhemka Action Group berkantor di Northampton.

Larangan ekspor harusnya berakhir bulan lalu diperpanjang sebulan lagi. Juru bicara Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga menjelaskan larangan ini bisa diperpanjang kembali bila ada tanda-tanda pembeli ingin membiarkan Sekhemka tetap di Inggris bisa ditemukan dalam beberapa hari ke depan.

Banyak pihak meyakini arca itu akan dikirim ke kolektor tajir di luar negeri bila larangan ekspor dicabut.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus