kabar

Saudi Airlines akan pisahkan penumpang bukan muhrim

Langkah ini diambil lantaran banyak protes keras dari penumpang lelaki tidak ingin istri atau saudara perempuan mereka duduk sebangku dengan penumpang lelaki lain.

05 Januari 2015 15:06

Saudi Airlines telah memutuskan akan menerapkan syariat Islam di semua rute penerbangan mereka. Maskapai milik pemerintah Arab Saudi ini akan memisahkan penumpang lelaki dan perempuan, kecuali suami istri atau yang memiliki hubungan kerabat dekat.

Langkah ini diambil lantaran banyak protes keras dari penumpang lelaki tidak ingin istri atau saudara perempuan mereka duduk sebangku dengan penumpang lelaki lain. Baru-baru ini juga ada keluhan soal seorang pramugari Saudi Airlines bertindak kelewat genit.

"Ada pelbagai solusi terhadap masalah ini...kami akan segera memberlakukan aturan memuaskan semua penumpang," kata Asisten Manajer Pemasaran Saudi Airlines Abdurrahman al-Fahad kepada surat kabar terbitan Saudi Ajil.

Pihak Saudi Airlines juga akan memerintahkan para staf pemesanan tiket di semua bandar udara di negara-negara Teluk untuk memastikan aturan pemisahan penumpang bukan muhrim itu berjalan.

Sejumlah syariat Islam sebenarnya sudah berlaku di penerbangan Saudi Airlines. Maskapai pelat merah ini tidak menyedikan minuman beralkohol dan makanan mengandung daging babi. Sebelum lepas landas para penumpang juga diperdengarkan ayat Alquran meminta keselamatan hingga tiba di tujuan, yakni Surat Hud ayat 41.

Saudi Airlines juga menyediakan musala buat rute internasional. Maskapai ini juga tidak mempekerjakan perempuan Saudi sebagai kru kabin. Mereka merekrut pramugari dari negara lain, seperti Pakistan, Filipina, Albania, dan Bosnia.

Saudi memang menerapkan pemisahan antara lelaki dan perempuan bukan muhrim. Perempuan mesti mendapat izin dari suami atau keluarganya bila ingin bepergian atau bekerja di luar rumah.

Di tempat-tempat umum, termasuk restoran, pantai, taman, atau bank, tersedia pintu keluar masuk khusus kaum hawa. Jika di lokasi publik terlihat perempuan bergaul dengan lelaki bukan muhrim, bisa dituduh berzina.

Kebanyakan perusahaan penerbangan milik negara-negara Arab Teluk menerapkan syariat Islam dengan beragam tingkat kekerasan. Misalnya di pesawat Airbus A380 kepunyaan Etihad, maskapal asal Uni Emirat Arab, terdapat musala buat kelas bisnis. Tapi seragam kru kabin baru diluncurkan bulan tidak mencakup jilbab.

"Arab modern adalah apa yang berlangsung di Abu Dhabi," ujar Direktur Komersial Etihad Peter Baumgartner kepada MailOnline Travel. "Kami terinspirasi oleh apa yang berlaku di belahan dunia lain tapi dari kaca mata DNA setempat."

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus