kabar

Al-Quran di Birmingham lebih tua dibanding zaman Nabi Muhammad

Artinya ada kemungkinan kitab suci umat Islam itu atau sebagian dari Al-Quran ditulis bahkan sebelum nabi dilahirkan atau semasa dia bayi.

01 September 2015 14:45

Sejumlah ilmuwan Inggris melontarkan klaim meengejutkan. Mereka bilang potongan Al-Quran ditemukan di Universitas Birmingham Juli lalu rupanya lebih uzur ketimbang zaman Nabi Muhammad masih hidup.

Hasil uji karbon dilakoni para ahli di Universitas Oxford, Inggris, menunjukkan Al-Quran diklaim tertua sejagat itu dibikin antara tahun 568 hingga 645. Sedangkan Rasulullah diyakini hidup pada periode 570-632.

Artinya ada kemungkinan kitab suci umat Islam itu atau sebagian dari Al-Quran ditulis bahkan sebelum nabi dilahirkan atau semasa dia bayi.

"Temuan ini sungguh mengejutkan, kita jadi mengetahui bagaimana Al-Quran itu muncul," kata Tom Holland kepada the Times kemarin. "Ini memiliki implikasi terhadap sejarah Muhammad dan para pengikutnya."

Ilmuwan Oxford lainnya, Keith Small, bahkan membikin komentar provokatif. Dia bilang Muhammad dan para pengikut awal menggunakan ajaran dari Al-Quran sudah ada sesuai kepentingan politik dan agama mereka. Dia menambahkan Al-Quran bukan firman Allah.

Ulama-ulama Islam membantah klaim itu. "Manuskrip Al-Quran itu sesuai riwayat-riwayat lama soal dari mana Al-Quran berasal," ujar Dr Mustafa Shah dari Universitas London.

Bagian dari Quran kuno itu ditemukan seorang periset untuk program doktoral di perpustakaan Universitas Birmingham. Ia tergabung dalam manuskrip dan buku-buku lama mengenai Timur Tengah.

David Thomas, ahli Nasrani dan Islam di kampus itu, menjelaskan potongan Al-Quran surat 18-20 itu kemungkinan ditulis saat Nabi Muhammad masih hidup. Boleh jadi sang penulis, menurut dia, nabi sendiri atau orang-orang terdekat mendengar firman Allah dibacakan oleh nabi sekaligus rasul akhir zaman itu.

Menurut ajaran Islam, Rasulullah pertama kali menerima wahyu di usia 40 tahun dan terus berlangsung hingga akhir hayatnya. Ayat-ayat Quran itu baru mulai ditulis di masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

MUI kutuk penangkapan imam Masjid Al-Haram

"Tidak sedikit ulama atau tokoh menghindar untuk menyuarakan kebenaran ini karena takut menerima risiko," ujar Muhyiddin.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap imam Masjid Al-Haram

Sejak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menunjuk anaknya, Pangeran Muhammad bin Salman, menjadi putera mahkota pada Juni tahun lalu, Saudi getol menangkapi aktivis, wartawan, akademisi, dan ulama dianggap tidak menyokong kebijakan penguasa.

Jamaah haji asal Qatar tiba di Arab Saudi melalui Kuwait. (Al-Arabiya)

500 jamaah haji Qatar sudah tiba di Makkah

Qatar dan Arab Saudi saling menuding masing-masing pihak menghalangi warga Qatar untuk berhaji.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR