kabar

Mufti agung Saudi cela film Muhammad bikinan Iran

Liga Muslim Dunia menyerukan kaum muslim memboikot film disutradarai Majid Majidi itu.

03 September 2015 07:35

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh kemarin mencela film Muhammad Utusan Allah karena menampilkan sosok Nabi Muhammad semasa kecil.

Film Muhammad Utusan Allah ini telah dirilis di Iran pekan lalu dan menampilkan bocah Muhammad meski dari belakang. Ini merupakan film Iran termahal dengan ongkos produksi US$ 40 juta atau kini setara Rp 567,9 miliar.

Syekh Abdul Aziz menyebut film bikinan sutradara asal Iran Majid Majidi itu mengejek Rasullah dan melecehkan statusnya. "Ini perbuatan cabul...penyimpangan atas ajaran Islam," katanya kepada surat kabar Al-Hayat. "Ini sebuan tindakan bermusuhan terhadap Islam."

Iran, negara dengan mayoritas penduduk berpaham Syiah, dan Arab Saudi, negara tempat Islam lahir dan beraliran Wahabi, memang bersaing keras di kawasan. Kedua negara saling menuding berupaya membuat Timur Tengah tidak stabil.

Liga Muslim Dunia berkantor di Kota Makkah, Arab Saudi, juga mengecam film itu sebab menampilkan sosok Nabi Muhammad diharamkan. Abdullah at-Turki, sekretaris jenderal organisasi ini, mendesak Iran menghentikan penayangan film Muhammad Utusan Allah. Dia menyerukan pula kepada seluruh kaum muslim memboikot film itu.

Al-Azhar, lembaga pengajaran Islam berpusat di Ibu Kota Kairo, Mesir, juga telah mengecam film Majidi itu. Sebabnya serupa: menayangkan sosok Rasulullah waktu kecil.

Majidi beralasan filmnya - bagian dari trilogi - untuk membantah persepsi negatif Barat mengolok-olok Nabi Muhammad lewat gambar kartun, seperti dilansir majalah Charlie Hebdo terbitan Prancis.

Qatar berencana menyaingi film bikinan Iran itu dengan biaya produksi fantastis, yakni US$ 1 miliar (Rp 14,2 triliun).

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Kronologi terbunuhnya Jamal Khashoggi

Rombongan pembunuh Khashoggi datang langsung dari Riyadh.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

MUI minta Arab Saudi jujur soal nasib Khashoggi

Saudi harus bisa menjelaskan apakah Khashoggi masih hidup atau sudah meninggal.

Dua poster Imam Khomeini di tepi jalan menuju kediaman mendiang pemimpin Revolusi Islam Iran itu di kawasan Jamaran, utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anggota parlemen Iran hina empat sahabat nabi

Blok Sunni mendesak digelar penyelidikan terhadap Ghoddousi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR