kabar

Steve Jobs juga anak imigran Suriah

Hingga akhir hayatnya, Steve Jobs tidak bertemu ayah kandungnya, Abdul Fattah Jandali, lelaki muslim kelahiran Homs, Suriah.

06 September 2015 10:44

Inilah rahasia terbesar belum banyak diketahui publik. Ternyata mendiang pendiri Apple Inc., Steve Jobs, masih keturunan Arab.

Pria dijuluki Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama sebagai penemu terhebat ini merupakan anak dari Abdul Fattah Jandali, lelaki muslim Suriah, dan pacarnya, Joanne Schieble (perempuan Kristen Amerika keturunan Jerman). Saat Steve Jobs lahir, kedua kekasih tinggal di Wisconsin itu sama-sama berusia 23 tahun.

Jandali lahir di Homs, Suriah, pada 1931. Diaa satu-satunya anak lelaki dari lima bersaudara. Ayahnya tuan tanah. Pada umur 18 tahun, dia kuliah di Universitas Amerika di Ibu Kota Beirut, Libanon. Dia dikenal sebagai pegiat mendukung Pan-Arab. Setelah lulus dia menjadi imigran di Wisconsin, Amerika.

Namun hubungan Jandali dan Schieble tidak direstui orang tua masing-masing. Akhirnya, menurut Jandali dalam wawancara dengan surat kabar the New York Post, Agustus 2011, secara diam-diam Schieble membawa lari Steve Jobs dari Wisconsin ke San Fransisco.

Di kota itulah Steve Jobs diadopsi oleh pasangan Paul Jobs dan Clara Hagopian. Mereka sudah tujuh tahun menikah dan divonis dokter tidak dapat memiliki anak. Steve Jobs adalah nama pemberian dari orang tua angkatnya.

Sampai akhir hayatnya, Steve Jobs, wafat empat tahun lalu, tidak pernah bertemu Jandali, ayah kandungnya.

Kepada tabloid the Sun, Agustus 2011, Jandali menyatakan mimpinya untuk bisa bertemu Steve Jobs. "Saya berharap sebelum terlambat dia akan menemui saya. Meski hanya untuk minum kopi, itu akan membuat saya senang sekali," katanya. Tapi Steve Jobs tidak mau menanggapi permintaan itu.

Jandali menegaskan ingin sekali bertemu sang anak bukan karena mengincar kekayaannya diperkirakan US$ 8 miliar. "Saya punya uang sendiri. Yang saya tidak punya adalah putra saya .. itu membuat saya sedih."

Walau begitu, Steve Jobs tahu dia mempunyai saudara kandung perempuan bernama Mona Jandali, sekarang menjadi Mona Simpson. Keduanya mulai berkenalan dan menjadi sangat dekat ketika dewasa. Steve Jobs bahkan menyebut novelis itu sebagai sahabatnya paling dekat.

Jandali kini tinggal di Reno, sebuah kota dekat Nevada. Dia bekerja dari Senin sampai Jumat sebagai wakil presiden di sebuah kasino. Dia bukan muslim taat, namun percaya Islam sebagai doktrin dan budaya.

Meski lahir dari ayah muslim, Steve Jobs tidak pernah kenal agama Islam. Dia berpindah menjadi Buddha dari agama ayah angkatnya yang Nasrani.

Ketika krisis pengungsi Suriah menjadi sorotan saat ini, setelah kematian mengenaskan Aylan Kurdi (3 tahun), cuitan di Twitter menyebut Steve Jobs juga anak imigran Suriah langsung tersiar luas tanpa kendali. "Seorang anak imigran Suriah," tulis David Galbraith di akun Twiiter @daveg, dilengkapi foto Steve Jobs.

Kantor Kementerian kehakiman Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Puteri Saudi desak Polri tangkap satu tersangka penipu dirinya

"Dia gusar dan menanyakan terus tiap hari," kata I Wayan Mudita, kuasa hukum Puteri Luluah.

Patung mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, dibangun di Desa Marun ar-Ras, selatan Libanon, berjarak sekitar satu kilometer dari perbatasan Israel. (Twitter)

Hizbullah bangun patung mendiang jenderal Iran di perbatasan Israel

Patung Sulaimani itu dibangun di Desa Marun ar-Ras, berjarak sekitar satu kilometer dari perbatasan Israel.

Kafe Lorca di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Trip Advisor)

Perempuan Arab Saudi mulai berani merokok di depan umum

Hasil sebuah penelitian pada 2015 menyebutkan hampir 65 persen perempuan Saudi di sekolah menengah merokok diam-diam.

Rumah Sakit Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Facebook)

Diduga terjangkit virus corona, mahasiswa Cina di Jeddah bunuh diri di tempat karantina

Hasil laboratorium menunjukkan mahasiswa itu tidak mengidap Covid-19.





comments powered by Disqus