kabar

111.856 jamaah ditolak masuk Makkah karena tidak punya visa haji

Selama 10 Agustus hingga 23 September, siapa saja dilarang memasuki Makkah dan Madinah kecuali mempunyai visa haji.

08 September 2015 12:04

Dalam 25 hari terakhir, sebanyak 111.856 jamaah dilarang memasuki Makkah karena tidak memiliki visa haji. Selama periode serupa, 41.835 kendaraan tidak memenuhi syarat juga ditolak masuk kota suci itu.

Pihak berwenang Saudi menjelaskan pekerja asing mempunyai izin tinggal bukan keluaran departemen paspor Makkah juga dilarang ke sana.

Pemerintah Arab Saudi memang sudah menetapkan larangan memasuki dua kota suci Makkah dan Madinah selama 10 Agustus hingga 23 September. Kecuali bagi yang mempunyai visa haji.

Mayor Jenderal Hamad bin Abdul Aziz al-Mubadal, komandan pasukan Pertahanan Sipil Buat Haji, mengungkapkan pihaknya menurunkan 15.120 personel buat mengamankan beragam lokasi di Makkah, termasuk kompleks Masjid Al-Haram.

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Imam Masjid Al-Haram Syekh Faisal bin Jamil al-Ghazawi. (Twitter)

Satu lagi imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah dan satu lagi ditahan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi larang imam Masjid Al-Haram berdakwah

Arab Saudi bulan lalu menangkap Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, juga salah satu imam Masjid Al-Haram.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR