kabar

Israel lenyap dari peta dunia

"Peta ini memang secara khusus dibuat untuk sekolah-sekolah di negara-negara Timur Tengah," kata penerbit Harper Collins.

06 Januari 2015 18:52

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad pernah sesumbar akan menghapus Israel dari peta dunia. Kalau Ahmadinejad sekadar slogan, perusahaan penerbitan Harper Collins berhasil mewujudkan impian itu meski hanya dalam buku sekolah anak-anak.

Harper Collins menyebut atlas dalam buku terbitan mereka sebagai peta ideal buat para pelajar sekolah dasar. Mereka mengklaim dengan atlas itu para pelajar bisa mengetahui kondisi dunia saat ini secara jelas dan menarik. "Peta ini memang secara khusus dibuat untuk sekolah-sekolah di negara-negara Timur Tengah," kata pihak penerbit.

Hal pertama menarik perhatian dalam peta itu adalah wilayah Yordania dan Suriah. Di sana juga terdapat Jalur Gaza dan Tepi Barat, namun nama Israel tidak ada di atlas kontroversial ini.

Collins Bartholomew, anak usaha Harper Collins, bilang kepada surat kabar the Tablet pekan lalu, keputusan buat menghapus Israel dalam peta itu sesuai kemauan penduduk di Timur Tengah. "Kalau Israel masuk dalam atlas itu, tidak akan diterima para pelanggan di negara-negara Teluk."

Tentu saja kejadian memalukan bagi negara Zionis itu mengundang kecaman dari banyak pihak. "Geografi adalah soal ketepatan, bukan pandangan atau pendapat politik," tulis seorang pelanggan toko buku online amazon.com. "Banyak negara Timur Tengah tidak seperti Amerika Serikat, kenapa tidak dihapus dari peta? Atlas ini benar-benar sampah."

Harper Collins adalah satu dari lima penerbitan berbahasa Inggris terbesar di dunia selain Hachette, Holtzbrinck/Macmillan, Penguin Random House, dan Simon & Schuster. Anak perusahaan dari News Corp ini berkantor pusat di Kota New York, Amerika.

Harper Collins menyatakan menyesal telah menghapus Israel dalam peta bikinan mereka. "Produk ini telah ditarik di semua wilayah dan semua cadangan akan dihancurkan," ujar Harper Collins dalam laman Facebook mereka. "Harper Collins secara jujur meminta maaf atas penghilangan itu dan untuk semua penghinaan akibat tindakan ini."

Ini bukan kejadian perdana. Maskapai asal Inggris British Midland Airways Limited (BMI) pada 2009 melakoni hal serupa.

Lucunya lagi, negara Zionis itu terhapus dari peta elektronik ditampilkan dalam rute penerbangan London-Tel Aviv. Para pebisnis dan warga Yahudi sering menggunakan jalur ini terkejut dan mengajukan protes. Peta bergerak itu menunjukkan sejumlah tempat suci bagi umat Islam, namun hanya menandai Kota Haifa di Israel, disebut Khifa dalam bahasa Arab.

BMI, perusahaan penerbangan terbesar kedua di Inggris, beroperasi dari Bandar Udara Internasional Heathrow, London, dan Bandar Udara Manchester. Maskapai berkantor pusat di Kota Derby ini melayani pelbagai rute ke Inggris Raya, Eropa, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika.

Direktur Jenderal pada Kementerian Perhubungan Israel Gideon Sitterman menegaskan pihaknya tidak dapat menerima Israel dihapus dari peta dunia. “Berbisnis dengan Israel ada untung dan rugi. Namun kami tidak setuju mereka menyembunyikan keberadaan Israel tapi ingin berbisnis dengan Israel,” katanya kepada radio militer Israel.

Pihak BMI lalu meminta maaf atas kesalahan teknis itu. Menurut seorang juru bicara tidak mau disebutkan identitasnya, insiden ini terjadi lantaran peta elektronik itu belum diganti sejak BMI mengambil alih pesawat-pesawat dari perusahaan lain melayani rute Timur Tengah dua tahun lalu.

“Jika BMI memiliki agenda politik bukan untuk menyebabkan kemarahan negara-negara tetangga, itu tidak akan berlaku pada jalur Tel Aviv,” ujarnya.

Meski Harper Collins dan BMI memperbaiki kesalahan mereka, tapi kedua perusahaan ini setidaknya telah membuat Ahmadinejad yang konservatif senang mimpinya dapat terwujud walau sebentar.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (commons.wikimedia.org)

Ahmadinejad ditangkap dengan tuduhan hasut demonstran

Pihak oposisi mengklaim sudah 50 demonstran tewas. Sedangkan versi pemerintah hanya 22 orang terbunuh.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Presiden Israel serukan semua kedutaan asing dipindah ke Yerusalem

Rivlin meminta seluruh negara mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ibrahim Raisi, diyakini sebagai calon terkuat buat menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. (raisi.org)

Raisi, penantang kuat Rouhani

Dikenal dekat dengan Khamenei dan badan intelijen, Raisi selalu dipandang sebagai calon pengganti Khamenei, kini berusia 77 tahun, ketimbang sebagai presiden.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (cnn.com)

Ahmadinejad mendaftar untuk ikut pemilihan presiden Iran

"Pemimpin (Ali Khamenei) menyarankan saya untuk tidak ikut pemilihan dan saya menerima itu. Sarannya tidak harus diartikan saya dilarang."





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

20 Juni 2018

TERSOHOR