kabar

Tragedi Masjid Al-Haram tewaskan 107 jamaah haji

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi Sulaiman al-Amr bilang angin kencang merupakan penyebab dari kecelakaan itu.

12 September 2015 09:22

Hingga hari ini, kejadian jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, telah menewaskan 107 jamaah haji, termasuk dua dari Indonesia. Insiden ini juga melukai 238 lainnya.

Tragedi ini berlangsung kemarin menjelang waktu salat magrib. Lewat Twitter, Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi Sulaiman al-Amr bilang angin kencang merupakan penyebab dari kecelakaan itu. Kala kejadian, hujan deras disertai angin kencang memang tengah membekap kawasan Masjid Al-Haram.

Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal telah membentuk sebuah komite buat menyelidiki peristiwa ini.

Tragedi itu muncul sejam setelah Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengumumkan melalui Twitter, "Makkah bakal diguyur hujan lebat."

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Imam Masjid Al-Haram Syekh Faisal bin Jamil al-Ghazawi. (Twitter)

Satu lagi imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah dan satu lagi ditahan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi larang imam Masjid Al-Haram berdakwah

Arab Saudi bulan lalu menangkap Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, juga salah satu imam Masjid Al-Haram.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR