kabar

Angin sangat kencang penyebab tragedi Masjid Al-Haram

Seorang insinyur bekerja di Saudi BinLadin Group, kontraktor utama proyek perluasan Masjid Al-Haram, bilang kecelakaan itu tidak normal dan bukan karena masalah teknis.

12 September 2015 23:32

Walau penyelidikan baru berlangsung, Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi Jenderal Sulaiman bin Abdullah al-Amr sudah membuat kesimpulan sementara. Dia bilang angin sangat kencang sebagai penyebab jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah.

Musibah ini terjadi kemarin menjelang salat magrib. Insiden itu sejauh ini menewaskan 107 jamaah haji, termasuk enam asal Indonesia, dan melukai 238 lainnya.

"Hujan deras dan kuatnya angin dalam kecepatan tidak biasa mengakibatkan derek raksasa itu roboh," kata Jenderal Sulaiman kepada stasiun televisi Al-Arabiya hari ini. Dia menambahkan badai sore itu juga mampu mencabut pohon-pohon dari akarnya dan merobohkan papan petunjuk jalan serta iklan.

Dia membantah derek raksasa itu jatuh tersambar petir. Dia menjelaskan jumlah korban tewas mungkin bertambah, namun dia mengungkapkan sebagian besar dari 238 orang cedera mengalami luka ringan.

Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal sudah membentuk komisi investigasi dan langsung menyelidiki tragedi ini.

Seorang insinyur bekerja di Saudi BinLadin Group, kontraktor utama proyek perluasan Masjid Al-Haram, bilang kecelakaan itu tidak normal dan bukan karena masalah teknis. "Itu sama sekali bukan lantaran persoalan teknis," ujarnya. Dia menambahkan seperti derek-derek raksasa lainnya, derek jatuh itu sudah ada di lokasi itu tiga atau empat tahun tanpa bermasalah.

Sumber ini menjelaskan derek jatuh itu merupakan derek utama dipakai buat mengerjakan perluasan tempat tawaf. Dia menegaskan derek roboh ini sudah dipasang dengan cara amat profesional dan tidak mengganggu ratusan ribu jamaah tengah mengelilingi Kabah. "Ini lokasi proyek paling sulit karena begitu banyaknya orang di areal ini," tuturnya.

Proyek ini menambah luas Masjid Al-Haram sampai 400 ribu meter persegi sehingga bisa menampung sampai 2,2 juta jamaah sekaligus.

Seorang pejabat Saudi menegaskan pelaksanaan ibadah haji tetap bakal berjalan seperti telah direncanakan. "Insiden itu tidak akan mempengaruhi pelaksanaan haji tahun ini dan perbaikan bagian masjid rusak akan dimulai dalam beberapa hari."

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan adili ulang kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz juga belum menepati janji untuk membayar santunan satu juta riyal bagi keluarga korban meninggal dan 500 ribu riyal kepada kerabat korban cedera.

Sebuah derek raksasa roboh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. I siden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji melukai 238 orang lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah putuskan tidak ada uang darah bagi korban derek jatuh

Pengadilan juga membebaskan 13 karyawan Saudi Binladin Group, bertanggung jawab atas pengoperasian derek raksasa, dari semua dakwaan.

Sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Insiden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah bebaskan 13 terdakwa dalam kasus derek jatuh

Sudah dua tahun lebih, keluarga korban belum menerima santunan dijanjikan Raja Salman.





comments powered by Disqus