kabar

Alawi: Saudi tidak peduli soal sejarah dan keamanan jamaah

Proyek perluasan Masjid Al-Haram telah melenyapkan hampir seluruh peninggalan zaman Nabi Muhammad.

13 September 2015 11:27

Dr Irfan al-Alawi, sejarawan Makkah dan lahir di sana, menyalahkan pemerintah Arab Saudi atas jatuhnya derek raksasa di Masjid Al-Haram Jumat pekan ini.

Musibah itu menewaskan 107 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. Gubernur Makkah Pangeran Khalid bin Faisal telah membikin komisi investigasi buat menyelidiki kecelakaan ini.

Pendiri Yayasan Penelitian Warisan Sejarah Islam ini menegaskan negara Kabah itu lalai dalam mengerjakan proyek perluasan Masjid Al-Haram. "Mereka tidak peduli soal sejarah dan mereka tidak peduli mengenai kesehatan dan keamanan jamaah," kata Alawi melalui WhatsApp kepada Albalad.co setelah kejadian.

Dia menjelaskan mestinya derek-derek raksasa itu dipindahkan sebelumnya karena Masjid Al-Haram bakal dibanjiri ratusan ribu jamaah haji saban musim haji.

Seorang insinyur bekerja di Saudi BinLadin Group, kontraktor utama proyek perluasan Masjid Al-Haram, bilang kecelakaan itu tidak normal dan bukan karena masalah teknis. “Itu sama sekali bukan lantaran persoalan teknis,” ujarnya kepada Arab News. Dia menambahkan seperti derek-derek raksasa lainnya, derek jatuh itu sudah ada di lokasi itu tiga atau empat tahun tanpa bermasalah.

Sumber ini menjelaskan derek jatuh itu merupakan derek utama dipakai buat mengerjakan perluasan tempat tawaf. Dia menegaskan derek roboh ini sudah dipasang dengan cara amat profesional dan tidak mengganggu ratusan ribu jamaah tengah mengelilingi Kabah. “Ini lokasi proyek paling sulit karena begitu banyaknya orang di areal ini,” tuturnya.

Proyek ini menambah luas Masjid Al-Haram sampai 400 ribu meter persegi sehingga bisa menampung sampai 2,2 juta jamaah sekaligus.

Alawi dikenal sebagai pengkritik keras pemerintah Saudi terhadap proyek perluasan Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Dia menjelaskan proyek itu telah melenyapkan hampir seluruh peninggalan warisan Nabi Muhammad.

Dia pernah menyarankan modernisasi Makkah dan Madinah mestinya dimulai dari radius tiga kilometer dari dua masjid suci itu. Sampai-sampai dia mengatakan kepada Albalad.co, "Kita sudah terlambat buat selamatkan Makkah."

Sebuah derek raksasa roboh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. I siden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji melukai 238 orang lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah putuskan tidak ada uang darah bagi korban derek jatuh

Pengadilan juga membebaskan 13 karyawan Saudi Binladin Group, bertanggung jawab atas pengoperasian derek raksasa, dari semua dakwaan.

Sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Insiden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah bebaskan 13 terdakwa dalam kasus derek jatuh

Sudah dua tahun lebih, keluarga korban belum menerima santunan dijanjikan Raja Salman.

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Kasus jatuhnya derek di Masjid Al-Haram harus disidangkan lagi

Pengadilan Makkah telah membatalkan kasus itu dengan alasan tidak memiliki kewenangan.

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Pemerintah upayakan Saudi segera lunasi santunan korban derek jatuh di Makkah

Pembayaran santunan terhambat karena masih ada korban dari negara lain belum terverifikasi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

21 Mei 2018

TERSOHOR