kabar

Arab Saudi tetapkan Idul Adha mulai 24 September

Idul Adha merupakan bulan kedua belas dalam penanggalan Islam.

14 September 2015 06:15

Arab Saudi kemarin mengumumkan Idul Adha akan dimulai 24 September atau Kamis pekan depan, seperti dilansir stasiun televisi Al-Arabiya.

Pengumuman ini disampaikan setelah badan hilal kerajaan menyatakan telah melihat munculnya bulan baru.

Idul Adha atau hari raya Kurban merupakan bulan kedua belas dalam penanggalan Islam. Saban Idul Adha kaum muslim diperintahkan menyembelih hewan kurban, yakni kambing, domba, unta, atau sapi.

Namun lantaran wabah virus MERS (penyakit saluran pernafasan), negara Kabah itu telah melarang memotong unta atau menjadikan binatang berpunuk ini sebagai sembelihan kurban.

Seekor unta milik Qatar tergolek lemah setelah terjebak berhari-hari di perbatasan Arab Saudi dalam kondisi lapar. (The New Arab)

Arab Saudi larang hewan ternak dari negara tetangga cari makan di wilayahnya

Larangan itu berlaku lima tahun mulai 11 September lalu.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

MUI desak Arab Saudi bebaskan semua ulama ditahan

Arab Saudi sebaiknya menilai demokratisasi berkembang di negara-negara Arab dan muslim, termasuk di Saudi sendiri, sebagai langkah maju demi memperbaiki situasi dan untuk kemajuan kolektif.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.





comments powered by Disqus