kabar

Pasukan Mesir tidak sengaja tembak mati 12 turis Meksiko

Konvoi empat mobil mereka tumpangi dikira teroris.

14 September 2015 08:28

Pasukan keamanan Mesir dilaporkan tidak sengaja menembak mati 12 pelancong Meksiko dan pemandu mereka orang Mesir. Insiden kemarin malam ini juga melukai paling sedikit sepuluh orang lainnya.

Rombongan turis itu - konvoi dengan empat mobil - sedang berada di daerah oasis di barat Mesir saat pasukan gabungan polisi dan tentara sedang mengejar kelompok teroris. Jadi konvoi pelancong asing itu dikira sasaran mereka.

Namun Kementerian Dalam Negeri Mesir membela diri. "Para wisatawan itu tidak semestinya berada di sana dan kehadiran mereka di wilayah itu melanggar hukum," kata Kementerian Dalam Negeri melalui pernyataan tertulis.

Mereka menambahkan semua korban luka telah dilarikan ke rumah sakit dan penyelidikan atas kasus ini sedang berjalan.

Negeri Nil ini memang tengah gencar menumpas milisi Islam radikal beroperasi di Semenanjung Sinai. Serangan mereka kian meningkat setelah rezim militer kembali berkuasa di Mesir dua tahun lalu sehabis menumbangkan Muhammad Mursi, presiden sipil pertama terpilih secara demokratis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.





comments powered by Disqus