kabar

Haji gay

"Bukan soal apakah Islam akan menerima saya, tapi tergantung saya sebagai gay muslim menerima Islam," kata Parvez Sharma.

14 September 2015 18:12

Dari dua jutaan jamaah haji berkumpul di Makkah dan Madinah empat tahun lalu setidaknya terselip seorang gay. Dia adalah Pravez Sharma, sutradara film dokumenter kelahiran India dan kini menetap di Kota New York, Amerika Serikat.

Dia bukan sekadar ingin melaksanakan rukun Islam kelima itu tapi juga membikin film soal perjalanan nekat dan menegangkan ini. Sebab dia penyuka sesama jenis tapi dia muslim.

Di Arab Saudi, mengklaim melaksanakan syariat Islam, menjadi homo berdosa dan hukumannya mati dipancung. Membikin film juga diharamkan di negara Kabah ini. Karena itu wajar saja tidak ada bioskop di sana.

Tapi niatnya memfilmkan perjalanan hajinya benar-benar membuat dia cemas. "Saya sungguh ketakutan," katanya. "Saya bahkan menulis surat wasiat sebelum berangkat karena saya tidak tahu apakah akan pulang selamat."

Sharma merekam perjalanan hajinya itu dengan iPhone 4S dan dua kamera kecil secara sembunyi-sembunyi. Hasilnya sebuah film dokumenter diberi judul A Sinner in Mecca. Film ini tayang perdana sejak 4 September lalu. Dimulai dari New York.

"Ada sebuah level perlawanan dan intervensi Tuhan," kata Sharma, secara terbuka menyatakan diri sebagai gay dalam film dokumenter dirilis pada 2007 berjudul A Jihad For Love. Film ini menggambarkan kehidupan gay dan lesbian muslim di 12 negara.

Lewat A Sinner in Mecca, Sharma ingin mengkritik rezim Wahabi berkuasa di Saudi sejak negara kerajaan itu berdiri. Gara-gara penyebaran paham Wahabi itulah masyarakat Islam menjadi kian konservatif. "Ideologi mengerikan dianut ISIS (Negara Islam dan Suriah) serta Al-Qaidah tidak bakal muncul tanpa doktrin Wahabi," tuturnya. "Inilah akar dari semua persoalan di dunia muslim."

Lelaki 41 tahun itu juga mengkritik modernisasi Makkah membikin kota suci ini kehilangan kesakralannya. Dia mencontohkan saat salat dia bersujud di depan Kabah. Lain waktu, dia asyik menyeruput segelas minuman di Starbucks dalam sebuah pusat belanja superluas, tidak jauh dari kiblat umat Islam itu.

Sharma mengakui perjalanan hajinya pada 2011 membuat dia makin teguh meyakini ajaran Islam walau dianggap berdosa karena menyukai sesama jenis. "Bukan soal apakah Islam akan menerima saya, tapi tergantung saya sebagai gay muslim menerima Islam."

Dura Besar Indonesia untuk Iran Ronny Prasetyo didampingi Sekretaris Pertama KBRI Teheran Fikri Fikriansyah bertemu lima warga Indonesia bekerja sebagai awak kapal Ruby. (KBRI Teheran buat Albalad.co)

Iran bebaskan lima awak kapal asal Indonesia dari penjara

Mereka dibebaskan Desember tahun lalu karena tidak terbukti terlibat penyelundupan minyak.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Doha, Qatar. (Elhoda-group.com)

Saudi buka kembali kedutaannya di Doha beberapa hari lagi

Penerbangan langsung menghubungkan Saudi dan Qatar juga sudah dimulai sedari Senin lalu.

Gal Lousky, CEO sekaligus pendiri lembaga nirlaba Israeli Flying Aid. (ifa.org)

Israel ingin bantu korban gempa di Majene

Lembaga kemanusiaan Israel pernah mengirim misi dan bantuan kemanusiaan saat tsunami Aceh (2004), gempa Yogya (2006), dan gempa Palu (2019).





comments powered by Disqus