kabar

Haji gay

"Bukan soal apakah Islam akan menerima saya, tapi tergantung saya sebagai gay muslim menerima Islam," kata Parvez Sharma.

15 September 2015 01:12

Dari dua jutaan jamaah haji berkumpul di Makkah dan Madinah empat tahun lalu setidaknya terselip seorang gay. Dia adalah Pravez Sharma, sutradara film dokumenter kelahiran India dan kini menetap di Kota New York, Amerika Serikat.

Dia bukan sekadar ingin melaksanakan rukun Islam kelima itu tapi juga membikin film soal perjalanan nekat dan menegangkan ini. Sebab dia penyuka sesama jenis tapi dia muslim.

Di Arab Saudi, mengklaim melaksanakan syariat Islam, menjadi homo berdosa dan hukumannya mati dipancung. Membikin film juga diharamkan di negara Kabah ini. Karena itu wajar saja tidak ada bioskop di sana.

Tapi niatnya memfilmkan perjalanan hajinya benar-benar membuat dia cemas. "Saya sungguh ketakutan," katanya. "Saya bahkan menulis surat wasiat sebelum berangkat karena saya tidak tahu apakah akan pulang selamat."

Sharma merekam perjalanan hajinya itu dengan iPhone 4S dan dua kamera kecil secara sembunyi-sembunyi. Hasilnya sebuah film dokumenter diberi judul A Sinner in Mecca. Film ini tayang perdana sejak 4 September lalu. Dimulai dari New York.

"Ada sebuah level perlawanan dan intervensi Tuhan," kata Sharma, secara terbuka menyatakan diri sebagai gay dalam film dokumenter dirilis pada 2007 berjudul A Jihad For Love. Film ini menggambarkan kehidupan gay dan lesbian muslim di 12 negara.

Lewat A Sinner in Mecca, Sharma ingin mengkritik rezim Wahabi berkuasa di Saudi sejak negara kerajaan itu berdiri. Gara-gara penyebaran paham Wahabi itulah masyarakat Islam menjadi kian konservatif. "Ideologi mengerikan dianut ISIS (Negara Islam dan Suriah) serta Al-Qaidah tidak bakal muncul tanpa doktrin Wahabi," tuturnya. "Inilah akar dari semua persoalan di dunia muslim."

Lelaki 41 tahun itu juga mengkritik modernisasi Makkah membikin kota suci ini kehilangan kesakralannya. Dia mencontohkan saat salat dia bersujud di depan Kabah. Lain waktu, dia asyik menyeruput segelas minuman di Starbucks dalam sebuah pusat belanja superluas, tidak jauh dari kiblat umat Islam itu.

Sharma mengakui perjalanan hajinya pada 2011 membuat dia makin teguh meyakini ajaran Islam walau dianggap berdosa karena menyukai sesama jenis. "Bukan soal apakah Islam akan menerima saya, tapi tergantung saya sebagai gay muslim menerima Islam."

Ibu Kota Manama, Bahrain. (Arabian Business)

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

Mordechai Vanunu dan istrinya Kristin Joachimsen setelah menikah di Gereja Sang Penebus, Yerusalem, 19 Mei 2015. (facebook.com)

Trump teken surat janji untuk tidak paksa Israel ungkap senjata nuklirnya

Perjanjian serupa pernah ditandatangani tiga presiden Amerika sebelumnya, yakni Bill Clinton, George Walker Bush, dan Barack Obama.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

20 Juni 2018

TERSOHOR