kabar

Dua warga Qatar gelar balapan liar di Beverly Hills

Balapan jalanan itu melibatkan Porsche 911 GT3 berwarna putih seharga Rp 1,9 miliar dan Ferrari LaFerrari kuning senilai Rp 20,2 miliar.

16 September 2015 15:18

Dua warga Qatar Sabtu malam pekan lalu menggelar balapan di sekitar kawasan permukiman Beverly Hills, Los Angeles, Negara Bagian California, Amerika Serikat.

Saling geber kecepatan itu melibatkan dua mobil supermewah sekaligus amat cepat berpelat nomor Qatar, yakni Porsche 911 GT3 berwarna putih seharga US$ 130.400 atau kini setara Rp 1,9 miliar dan Ferrari LaFerrari kuning senilai US$ 1,4 juta (Rp 20,2 miliar).

Balapan liar ini baru berhenti setelah mesin Ferrari berasap dan pengendaranya pulang ke rumah lima kamar tidur seharga US$ 10 juta (Rp 144,5 miliar). Setelah mendapat laporan dari warga setempat, polisi segera tiba tidak lama setelah balapan jalanan itu berakhir.

Kepada polisi menemui di kediamannya, lelaki Qatar itu mengaku memiliki kekebalan diplomatik. Dia membenarkan memang pemilik Ferrari kuning itu, namun dia membantah dituduh melanggar batas kecepatan, menerobos lampu merah, dan mengemudi serampangan.

"Mobil itu masih berasap ketika sejumlah polisi datang," kata tetangga bernama Roya Levian kepada KTA. "Anak-anak ketakutan dan para tetangga keluar."

Dia menjelaskan putranya baru berusia sepuluh tahun, Ashton, sedang bermain di jalan saat balapan itu berlangsung. Saking takutnya, dia tidak berani pulang karena khawatir ketabrak.

Beberapa penduduk Beverly Hills mengeluhkan kedua pengemudi mobil supermewah itu kerap menggelar balapan liar di kawasan itu. Mereka baru pindah dari Qatar beberapa bulan lalu dan menyewa rumah seluas 826 meter persegi itu seharga US$ 45 ribu (Rp 650,6 juta) per bulan.

Wartawan video Jacob Rogers bilang salah satu pengemudi marah saat dia merekam balapan itu. "Dia mengancam saya, 'Saya bisa saja membunuhmu. Pergi sana.'"

Ketika Rogers membalas pers memiliki kebebasan di ruang publik, pria Qatar ini menjawab, "Persetan dengan Amerika dan melempar sebatang rokok ke arah saya," ujar Rogers.

Hingga kini dua lelaki Qatar itu tidak ditahan. Departemen Kepolisian Beverly Hills bersama Departemen Luar Negeri Amerika saat ini tengah menyelidiki dugaan status diplomatik pengemudi Qatar itu dan legalitas mobil dipakai.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

MUI kutuk penangkapan imam Masjid Al-Haram

"Tidak sedikit ulama atau tokoh menghindar untuk menyuarakan kebenaran ini karena takut menerima risiko," ujar Muhyiddin.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Mengintip hubungan Bin Ladin dengan Qatar

Qatar dituding mendanai kelompok-kelompok teroris.

Hari Valentine. (quotesgiant.com)

Sejumlah restoran di Qatar batalkan perayaan Hari Valentine

Pemerintah Qatar pernah bilang acara-acara non-islami sebaiknya tidak digelar di negara-negara islam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR