kabar

Remaja Saudi keranjingan budaya pop Korea

Mereka menggemari film-film serial televisi dan musik asal negeri Ginseng itu.

07 Januari 2015 11:05

Seorang peneliti menemukan makin banyak remaja Arab Saudi keranjingan budaya pop Korea. Mereka lebih gemar menonton di Internet serial televisi dan pertunjukan musik asal negeri Ginseng itu ketimbang produk serupa bikinan Turki.

Film serial televisi paling ditonton anak-anak muda Saudi adalah Boys over Flowers dan Sorry, I Love You, telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa, termasuk Arab. Mereka mengunduh kedua film ini melalui beragam situs Internet. Banyak generasi muda Saudi juga belajar bahasa Korea.

Khalid Jalban, konsultan keluarga dan kesehatan masyarakat, menilai kian populernya budaya negara lain menunjukkan anak-anak muda Arab sudah kehilangan hubungan dengan budaya mereka sendiri. "Kami tidak melarang mempelajari bahasa asing, tapi kami menolak kebiasaan dan budaya Barat mengakar di tengah-tengah kami dan bahasa ini menjadi bagian dari kehidupan kami," katanya.

Dia menganjurkan promosi budaya lokal di tengah remaja Saudi segera ditingkatkan agar identitas Islam dan Arab mereka tidak lenyap. Dia bilang budaya Meksiko, Turki, dan Korea dapat mempengaruhi anak-anak muda Saudi serta menciptakan halangan di antara mereka dan masyarakat.

Guru bernama Hana as-Saidi mengakui banyak pelajarnya menggemari tayangan hiburan asal Korea. "Ada beberapa gadis tengah belajar menulis nama mereka dalam bahasa Korea di buku tulis mereka. Mereka juga berbicara dalam bahasa Korea."

Hind Muhammad, mahasiswi, mengakui doyan film Korea karena ceritanya beragam dan bukan pengulangan. Dia menyenangi pula lagu-lagu Korea dan mengikuti berita seputar grup-grup musik Korea, termasuk Double S.

Mahasiswi lainnya, Ranim al-Arawi, bilang sebagian besar film Korea soal cinta dan ini erat kaitannya dengan kehidupan anak-anak muda. Dia mengatakan kelompok musik semacam T Max dan Wondergirls termasuk paling digemari remaja Saudi. "Banyak teman saya menonton film serial televisi Korea dan menyukai musik serta gaya menari mereka," ujarnya.

Latifah Salman, ahli kejiwaan di rumah sakit jiwa di Asir, Saudi, tidak percaya menonton film negara lain bisa mempengaruhi kepribadian dan identitas remaja Saudi. "Ini sebuah peluang untuk pertukaran budaya akan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan intelektual para pemuda kita dan nantinya mampu memperkuat perkembangan ekonomi dan sosial mereka."

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.

Rekaman video menunjukkan seorang lelaki Arab Saudi tengah mencuci tangan tamunya pakai madu. (YouTube)

Lelaki Arab Saudi cuci tangan tamu pakai madu

"Mereka sedang menunjukkan kelakukan kekanakan."





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Tradisi bunuh diri depan Kabah

Bila saban tahun ada saja orang bunuh diri atau berusaha untuk melakoni itu, kian rusaklah citra kota kelahiran nabi itu.

18 Juni 2018

TERSOHOR