kabar

Emir Dubai luncurkan proyek Arab Reading Challenge

Rata-rata waktu membaca seorang anak di negara Arab enam menit per tahun ketimbang 12 ribu menit dilakoni seorang anak di dunia Barat.

19 September 2015 16:32

Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum telah meluncurkan sebuah proyek buat mendorong minat baca di dunia Arab. Dia menegaskan ini langkah awal untuk gagasan selanjutnya.

Program bernama Arab Reading Challenge ini akan melibatkan komitmen lebih dari satu juta pelajar untuk membaca 50 juta buku di luar pelajaran sekolah selama satu tahun ajaran, seperti dilansir kantor berita resmi WAM. Proyek ini menyediakan total hadiah US$ 3 juta atau kini setara Rp 43,2 miliar.

Lomba ini terdiri dari lima tahap, dimulai awal bulan depan dan berakhir Maret 2016. Babak final bagi para pemenang di tingkat negara-negara Arab akan dilangsungkan di Kota Dubai akhir Mei 2016.

"Dunia Arab mengalami krisis membaca dan konsekuensinya kita lihat dan rasakan saban hari di kawasan ini," kata Syekh Muhammad. "Membaca membuka pikiran, menambah rasa lapar akan pengetahuan, dan menanamkan nilai-nilai keterbukaan serta sikap tidak berlebihan nantinya membentuk peradaban hebat."

Hobi membaca di dunia Arab terbilang rendah. Menurut Yayasan Pemikiran Arab, rata-rata waktu membaca seorang anak di negara Arab enam menit per tahun ketimbang 12 ribu menit dilakoni seorang anak di dunia Barat.

Hasil penelitian Dewan Kebudayaan Tertinggi di Mesir menunjukkan rata-rata satu orang Arab setahun hanya membaca seperempat halaman. Sedangkan di Amerika Serikat satu orang tiap tahun bisa menghabiskan sebelas buku dan di Inggris tujuh buku.

Pelajar menang dalam proyek itu bakal memperoleh US$ 150 ribu terdiri dari US$ 100 ribu beasiswa kuliah dan US$ 50 ribu uang tunai.

"Proyek ini bertujuan menciptakan generasi, harapan, dan kenyataan baru," ujar Syekh Muhammad.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus