kabar

UEA berkabung tiga hari setelah kematian putra emir Dubai

Syekh Rasyid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum meninggal kemarin pagi akibat serangan jantung.

20 September 2015 04:09

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menetapkan hari berkabung nasional tiga hari setelah Syekh Rasyid bin Muhammad al-Maktum, putra sulung dari Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri UEA dan Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum meninggal. Pengibaran bendera setengah tiang diwajibkan di seantero negara itu.

Syekh Rasyid, lulusan akademi militer Sandhurst di Inggris, meninggal kemarin pagi akibat serangan jantung. Kantor Media Dubai mengumumkan kematian lelaki 34 tahun itu lewat Twitter. "Jenazah Syekh Rasyid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum dimakamkan (Sabtu malam) di pekuburan Umm Hurair)."

Sebelum dikuburkan, mayat Syekh Rasyid disalatkan sehabis salat magrib di Masjid Zabil di Kota Dubai.

Putera Mahkota Dubai Syekh Hamdan bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum amat berduka atas kematian kakak kandungnya itu. "Hari ini (kemarin) saya kehilangan seorang sahabat dan teman masa kecil...abang saya tersayang Rasyid. Kau akan selalu dirindukan," tulisnya di Twitter.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus