kabar

Mufti Agung Saudi: Pemerintah Saudi tidak bersalah dalam tragedi Mina

"Kalian tidak bersalah atas apa yang telah terjadi. Ketika segalanya tidak bisa dikontrol oleh manusia, kalian tidak boleh dituding," kata Syekh Abdul Aziz.

27 September 2015 08:58

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh menegaskan para pejabat negara Kabah itu tidak pantas disalahkan atas tragedi Mina terjadi Kamis lalu.

"Kalian tidak bersalah atas apa yang telah terjadi. Ketika segalanya tidak bisa dikontrol oleh manusia, kalian tidak boleh dituding," kata Syekh Abdul Aziz dalam pidatonya disiarkan lewat televisi. "Takdir tidak mungkin dihindari."

Petaka Mina terjadi setelah tabrakan antara jamaah ingin melempar jumrah dan yang baru pulang dari lokasi pelemparan. Akibatnya hingga kini korban tewas, menurut pemerintah Saudi, berjumlah 769 dan 934 lainnya cedera.

Versi lain menyebut musibah itu mengakibatkan lebih dari 1.300 jamaah haji meninggal, seperti dilansir surat kabar terbitan Libanon, Ad-Diyar.

Syekh Abdul Aziz menuding pihak-pihak mengecam dan menyalahkan pemerintah Arab Saudi atas petaka Mina adalah orang-orang dengki atas anugerah diberikan kepada Saudi sebagai pengelola dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Dalam pidatonya di depan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kemarin di Kota New York, Amerika Serikat, Presiden Iran Hasan Rouhani menuntut tanggung jawab dari pemerintah Saudi atas kejadian memilukan itu. Dia menyerukan agar para pejabat Saudi berwenang dalam urusan haji diadili secara internasional.

Ad-Diyar dan kantor berita Iran, Fars, melansir pengadilan Saudi secara tertutup memvonis mati 28 petugas haji dalam kasus petaka Mina. Mereka dijadwalkan dipancung kemarin.

Di hari kejadian ada tiga pejabat Saudi langsung menuding jamaah haji sebagai penyebab tragedi Mina. Ketua Komite Haji Pusat sekaligus Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal bilang jamaah asal Afrika dalangnya.

Menteri Kesehatan Khalid al-Falih mengatakan kejadian itu lantaran jamaah tidak menaati panduan dan instruksi telah diberikan pihak berwenang.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mayor Jenderal Mansyur at-Turki menyatakan bencana itu terjadi karena terlalu banyak jamaah buru-buru ingin melempar jumrah.

Chulan binti Kasim, jamaah haji asal Sumatera Barat mengalami cedera dalam Tragedi Mina pada 24 September 2015, dipulangkan ke Indonesia. Dia dijadwalkan tiba di Jakarta pada 1 Mei 2016. (Agus Maftuh Abegebriel buat Albalad.co)

Arab Saudi pulangkan satu jamaah haji Indonesia korban Tragedi Mina

Chulan binti Kasim akan menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban tewas Tragedi Mina 2.411 orang

"Benar-benar memalukan bagi Saudi untuk mengakui mereka lalai dalam mengatur ibadah haji lantaran gelar Raja Salman adalah Pelindung Dua Masjid Suci."

Jamaah korban tragedi Mina pada Kamis, 24 September 2015, dibaringkan di jalan. (Al-Jazeera)

Jamaah haji wafat dalam tragedi Mina bertambah menjadi 2.177 orang

Arab Saudi masih berkukuh petaka Mina menewaskan 769 orang dan melukai 934 lainnya.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban meninggal dalam tragedi Mina bertambah menjadi 1.621 orang

"Kalau pelaksanaan haji sukses itu berkat upaya pemerintah dan bila ada kesalahan itu kehendak Tuhan," sindir seorang pegiat hak asasi manusia di Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Qatar tuduh Arab Saudi halangi warganya berhaji

"Tahun ini tidak ada seorang pun warga Qatar benar-benar berupaya untuk berhaji karena mereka sadar tidak mungkin ke sana (Makkah) dalam situasi seperti sekarang," kata manajer sebuah agen perjalanan haji di Ibu Kota Doha, Qatar.

18 Agustus 2018

TERSOHOR