kabar

Kontes Miss Irak jalan terus

Kontes ratu kecantikan itu diundur paling tidak hingga Desember mendatang. Dua peserta mundur karena ada ancaman pembunuhan.

29 September 2015 08:45

Panitia penyelenggara Miss Irak bersumpah meneruskan rencana mereka menggelar kontes ratu kecantikan meski dikritik, dikecam, dan bahkan diancam dibunuh.

Karena pertimbangan keamanan, babak final disiarkan langsung lewat televisi tadinya dijadwalkan 1 Oktober mendatang, ditunda paling tidak hingga Desember tahun ini. Karena ada ancaman, dua kontestan mundur.

Tahap penentuan itu bakal diikuti sepuluh dari 50 peserta, dari beragam wilayah di negeri Dua Sungai itu, termasuk asal Kota Mosul kini dikuasai milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Ada banyak isyarat masalah keamanan di Irak sudah selesai, namun kontes semacam ini memberikan harapan kehidupan di Irak berjalan terus," kata Sinan Kamil, juru bicara panitia Miss Irak sekaligus salah satu juri.

Kamil menjelaskan pelaksanaan perlombaan ini bakal mengikuti etika dan nilai-nilai berlaku di masyarakat Irak. Dia memastikan peserta tidak bakal memperagakan pakaian renang.

Kelompok-kelompok Islam garis keras dan para pemimpin suku konservatif menentang keras rencana penyelenggaraan Miss Irak. Mereka beralasan kontes semacam itu tidak sesuai ajaran Islam dan merusak moral masyarakat.

Sebuah stasiun televisi pro-Syiah bulan ini telah memperingatkan ajang itu akan meruntuhkan standar moral publik. Mereka menuding pihak panitia bagian dari Freemasons atau gerakan pro-Zionis.

Kamil membantah semua tudingan. Dia menegaskan Miss Irak digelar untuk menghidupkan kembali ajang-ajang kebudayaan Irak, pernah dipandang sebagai salah satu paling dinamis di Timur Tengah. "Kami mencari seseorang untuk mewakili Irak, seorang perempuan untuk menjadi duta besar sejati," ujarnya.

Ketika rezim Saddam Husain berkuasa, kehidupan malam terang benderang. Klub malam menjamur dan minuman beralkohol dijual bebas.

Irak pertama sekaligus terakhir kali mengikuti kontes kecantikan internasional saat Wijdan Burhan ad-Din mengikuti Miss World pada 1972.

Ali, serdadu berusia 21 tahun, mengaku senang dengan rencana penyelenggaraan Miss Irak. "Orang-orang (yang menolak) ini tidak ingin kehidupan di Irak membaik. Mereka itu ingin Irak mundur," tuturnya.

Lubna Hamid, 21 tahun, peserta Miss Irak, mengaku tidak takut dengan banyak ancaman. "Saya akan berusaha tidak mempedulikan kritikan karena ini sebuah kehormatan untuk mewakili negara saya," kata mahasiswi asal Ibu Kota Baghdad ini.

Pelajar sekolah menengah atas Hamsa Khalid, 18 tahun, juga tidak khawatir. Bila terpilih sebagai Miss Irak, dia bilang cuma satu pesan ingin dia sampaikan: perdamaian.

Panitia berencana mengirim pemenang Miss Irak ke perlombaan ratu kecantikan di Mesir dan Thailand.

Unta setinggi lebih dari tiga meter ikut dalam kontes kecantikan King Abdul Aziz Camel Festival di Arab Saudi, digelar sepanjang Januari 2018. (King Abdul Aziz Camel Festival)

Saudi kenakan denda lebih dari Rp 1 miliar bagi pemilik unta disuntik botoks

Unta disebut ayu kalau mempunyai bibir besar, leher panjang, dan berpunuk montok.

Unjuk rasa antirezim berlangsung di Ibu Kota Teheran, Iran. (Media sosial)

Lima aparat keamanan Iran tewas dalam bentrokan dengan kelompok sufi

Lebih dari 300 pengikut sufi Gonabadi ditangkap.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Sebuah penthouse di Trump Park Avenue di New York, Amerika Serikat. (Trump International Realty)

Pangeran dari Saudi tunggak uang sewa apartemen di New York sebesar US$ 1,8 juta

Sesuai kesepakatan baru, uang sewa per bulan naik menjadi US$ 115.762,50 mulai Juli tahun ini.





comments powered by Disqus